BKSDA Sampit Terus Pantau Pergerakan Orang Utan di Desa Bapanggang Raya

IST/BERITA SAMPIT - Dua ekor Orang Utan induk dan anak yang berada di kebun warga Desa Bapanggang Raya Kotim. Sabtu 9 Oktober 2021.

SAMPIT – Sambil menunggu tim rescue dari Pangkalan Bun Kotawaringin Barat, tiba di Kota Sampit, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, Kalimantan Tengah, dibantu warga setempat terus memantau pergerakan dua ekor orang utan yang muncul di kebun warga di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sabtu 9 Oktober 2021.

Hal ini dilakukan agar hewan tersebut tidak lari atau menjauh dari lokasi dimana mereka muncul, sehingga saat tim rescue tiba bisa cepat melakukan evakuasi.

BACA JUGA:   Gas Poll, Harati Mulai Benahi Jalan di Kota Hingga Pedalaman

“Jam 8.10 Wib pagi tadi tim rescue telah berangkat, dan ini masih dalam diperjalanan menunu Sampit,” kata Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit Muriansyah, saat dikonfirmasi media ini.

“Saat ini 2 individu orang utan induk dan anak itu masih berada dilokasi kebun. Kita juga sambil mengarahkan warga agar tidak terlalu dekat, sebab orang utan bisa stres dan akan bergerak terus menghindar,”lanjutnya.

Sebelumnya pada Kamis 7 Oktober 2021, Pos Jaga BKSDA Sampit menerima 2 laporan warga yang resah dengan kemunculan orang utan, yakni di Desa Tanah Mas dan Desa Bapanggang Raya.

BACA JUGA:   Jumlah PAUD dan PNF di Kotim Terakreditasi Masih Minim

Menindaklanjuti laporan itu, BKSDA Sampit langsung bergerak melakukan observasi di Desa Tanah Mas, tapi tidak ditemukan keberadaan kemunculan orang utan tersebut.

Kemudian pada Jumat 8 Oktober 2021, BKSDA Sampit kembali melakukan pengamatan dilokasi laporan kedua di Desa Bapanggang Raya, yang hasilnya menemukan keberadaan satwa dilindungi itu, yang selanjutnya akan dilakukan proses penyelamatan.

(Cha/beritasampit.co.id)