Pemkab Barito Timur Lakukan Pelepasan Bibit Ikan Betok dan Kelabau

Pelepasan benih ikan betok dan kelabau di Sungai Serapat, Desa Serapat Kecamatan Dusun Timur, Jumat 8 Oktober 2021.//Ist-ANTARA/Diskominfosantik Bartim;

TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Perikanan dan Peternakan berupaya menambah populasi keragaman jenis ikan di wilayah setempat.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Timur, Mishael, mengatakan, restocking atau pelepasan benih yang dilakukan yakni 45 ribu benih ikan betok dan 15 ribu benih ikan kelabau.

Sebanyak 40 ribu ekor ikan betok dilepas di Sungai Sarapat dan 5 ribu ekor dilepas di Sungai Sirau. Sedangkan 15 ribu ekor ikan kelabau dilepas semuanya di Sungai Serapat.

Restocking kedua jenis ikan tersebut, kata dia, diharapkan dapat meningkatkan populasi dan keragaman jenis ikan di Sungai Serapat dan Sungai Sirau.

BACA JUGA:   Pemkab Bartim Antisipasi Covid-19 Gelombang Ketiga dan Siap Atasi Kondisi Terburuk

“Caranya dengan melaksanakan program ‘restocking’ di daerah yang dinilai krisis ikan tangkapan,” kata Mishael, dikutip dari Antara, Senin 11 Oktober 2021.

Selain untuk menambah stok ikan agar dapat dipanen sebagai ikan konsumsi bagi masyarakat, menurut dia, restocking juga bertujuan untuk mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai ekosistem akuatik yang seimbang.

Restocking, lanjut Mishael, juga merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Barito Timur sebagai wujud untuk memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat yang berkaitan dengan penanganan stunting secara berkelanjutan.

BACA JUGA:   Ini Upaya Pemkab Barito Timur Tingkatkan Kualitas Guru

Restocking akan kembali dilaksanakan jika didapati ada daerah sungai yang dinilai krisis ikan tangkapan. Namun sebelum itu, dilakukan pengkajian jenis ikan air tawar yang cocok di air tersebut.

Masyarakat Barito Timur diimbau tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara ilegal seperti menggunakan racun atau sejenisnya dan listrik, karena merusak habitat akuatik.

“Program restocking kami laksanakan sebagai upaya penambahan stok ikan tangkapan untuk ditaburkan di perairan umum karena dinilai telah mengalami krisis akibat padat tangkapan atau tingkat pemanfaatannya berlebihan,” kata Mishael.

(Ant/BS-65)