Dukung Pelestarian Lingkungan, Medco E&P Rehabilitasi Aliran Sungai di Sumsel dan Kalteng

Medco E&P bersama SKK Migas melakukan serah terima hasil kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Selasa 12 Oktober 2021.//Ist-ANTARA/MedcoEnergi;

JAKARTA – PT Medco E&P Indonesia melaksanakan kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai atau DAS di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah sebagai bentuk mendukung upaya pelestarian lingkungan hidup.

Anak usaha MedcoEnergi yang bergerak dalam bidang minyak dan gas bumi ini merehabilitasi daerah aliran sungai di kawasan hutan lindung Meranti Sungai Merah Sub Das Banyuasin, Sumatera Selatan seluas 18,83 hektare.

Selanjutnya, rehabilitasi juga dilakukan pada kawasan hutan produksi tetap di DAS Barito sub DAS Lahung, Permata Intan, Murung Raya, Kalimantan Tengah seluas 83 hektare.

Kegiatan rehabilitasi telah dilakukan oleh Medco E&P Blok Rimau dan Medco Energi Bangkanai Ltd. bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Industri Hulu Migas (SKK Migas) di kedua wilayah kawasan hutan tersebut.

BACA JUGA:   All New Avanza dan All New Veloz Diperkenalkan di Palangka Raya, Ini Keunggulannya

Vice President Relations & Security Medco E&P, Arif Rinaldi, mengatakan, rehabilitasi daerah aliran sungai itu dilakukan sebagai kewajiban dari Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang diperoleh perusahannya.

“Kami terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan dengan menanam berbagai jenis tanaman diantaranya, meranti merah, pulai, tengkawang, nangka, durian, dan kemiri,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu 13 Oktober 2021.

BACA JUGA:   Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Biodiesel PT Jhonlin Agro Raya di Kalimantan Selatan

Arif menuturkan,  bahwa pemerintah telah menyatakan keberhasilan program ini dan telah menandatangani berita acara keberhasilan program tersebut.

Medco E&P bersama SKK Migas lantas melakukan serah terima hasil kegiatan tersebut secara virtual kepada Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (Ditjen PDASHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Selasa 12 Oktober 2021.

“Kami berharap kerja sama dengan pemerintah dalam rehabilitasi lahan dapat terus dilanjutkan, karena yang sudah dilakukan terbukti dapat berjalan dengan baik,” ucap Arif.

(Antara/BS-65)