Bupati Sebut Guru di Kotim 100 Persen Sudah Vaksinasi, Cek Faktanya?

CEK TEKANAN DARAH: ARIFIN/BERITA SAMPIT - Bupati Kotim (tengah) didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala SMPN 2 Sampit saat melihat proses pengecekan tekanan darah di kalangan pelajar sebelum dilakukan vaksinasi.

SAMPIT – Pada saat kunjungan ke SMPN 2 Sampit melihat proses pelaksanaan pelayanan Covid-19 kepada kalangan pelajar, Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyebutkan bahwa guru sudah 100 persen divaksinasi. Alasannya, guru sebagai salah satu orang yang selalu berhadapan dengan anak didiknya, sehingga kesehatannya diutamakan untuk mencegah terjadi penularan Covid-19 di sekolah.

“Guru sudah semua, guru sudah 100 persen karena pelayan publik,” ucap Halikin kepada wartawan media siber beritasampit.co.id saat ditanya sudah berapa persen evaluasi pemberian vaksinasi di kalangan guru dan tenaga kependidikan di Kotim, Kamis 14 Oktober 2021.

Apa yang disebutkan Bupati Kotim sepertinya perlu diklarifikasi kembali melalui Dinas Pendidikan. Faktanya, ternyata masih banyak terdapat guru baik yang bertugas diperkotaan maupun dipedalaman belum vaksinasi, terutama vaksin tahap kedua.

BACA JUGA:   Sopir Truk Tagih Janji Pemprov Kalteng, Kapan Jalur Lingkar Selatan Sampit Diperbaiki?

Salah satu contohnya guru dan tenaga kependidikan yang mengajar di wilayah Kecamatan Baamang. Pada saat wartawan media siber beritasampit.co.id menanyakan hal tersebut, rata-rata jawaban mereka belum divaksin tahap kedua.

“Setiap ada informasi melalui whatsapp mengenai pelayanan vaksinasi, kami selalu mencoba untuk mendaftar. Sayangnya, kuota yang disiapkan sangat terbatas,” ucap salah seorang guru yang mewanti-wanti namanya tidak dipublikasikan.

Tidak hanya guru dan tenaga kependidikan di wilayah Kecamatan Baamang, bahkan kepala sekolah di Kecamatan Cempaga Hulu juga mengaku, masih ada beberapa guru berstatus PNS maupun honorer yang belum divaksinasi tahap pertama dan tahap kedua.

BACA JUGA:   Turnamen RMU Cup Sukses, Tahun Depan Berhadiah Sepeda Motor

“Kalau tidak salah disekolahan saya, ada 3 guru termasuk guru honorer yang sampai saat ini belum divaksin baik untuk tahap pertama maupun tahap kedua. Sebab, kuota untuk guru katanya sudah habis,” ujar kepala sekolah jenjang SMP di wilayah Kecamatan Cempaga Hulu ini.

Pemkab Kotim melalui dinas pendidikan hendaknya melakukan evaluasi kembali secara menyeluruh. Tujuannya, untuk mendata berapa jumlah guru dan tenaga kependidikan di kabupaten yang berjuluk Bumi Habaring Hurung ini yang belum divaksin baik tahap pertama maupun tahap kedua. (ifin/beritasampit.co.id).