Kejaksaan Siap Dampingi BPN Dalam Upaya Pencegahan Kasus Pertanahan Di Kalteng

Kakanwil Kemenkumham Kalteng Ilham Djaya (tiga kanan) saat menerima kunjungan rombongan DPRD Kabupaten Kapuas di Kantor Kanwil Kemenkumham Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Rabu 13 Oktober 2021.//Ist-ANTARA/Kanwil Kemenkumham Kalteng;

PALANGKA RAYA – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Iman Wijaya, menyambut baik keinginan Badan Pertanahan Nasional (BPN) provinsi setempat yang akan menggandeng pihaknya dalam upaya pencegahan kasus pertanahan baik berbentuk sengketa, konflik maupun perkara pertanahan.

Dikatakan bahwa Bidang Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara) merupakan salah satu dari tiga bidang yang dimiliki kejaksaan dalam penanganan permasalahan hukum. Dua lagi adalah bidang pidana umum, pidana khusus yang bersifat represif penegakan hukum.

“Kami sangat menyambut baik hal ini karena kejaksaan memiliki bidang Datun yang memiliki fungsi preventif terjadinya permasalahan hukum,” kata Iman Wijaya, dikutip dari Antara, Kamis 14 Oktober 2021.

Sementara, Koordinator bidang Datun, Erianto N, menekankan pentingnya peranan bidang Datun yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh jajaran pemerintah termasuk BPN.

Menurut dia, hal itu disebabkan selain banyak yang belum memahami fungsi Datun kejaksaan juga adanya pemahaman masyarakat umum bahwa kejaksaan identik dengan penindakan perkara baik pidana biasa maupun tindak pidana korupsi.

“Fungsi Datun kejaksaan terdiri dari beberapa bentuk kegiatan. Pertama, memberikan bantuan hukum mewakili kepentingan pemerintah atau negara berdasarkan kuasa khusus kepada jaksa pengacara negara,” katanya.

BACA JUGA:   Menutup Tahun 2021, Klinik Bisnis Akan Gelar Humanity Biggest Festival

Hal itu dalam rangka penegakan hukum perdata, tata usaha negara atau arbitrase baik secara litigasi atau gugatan ke pengadilan maupun nonlitigasi guna memelihara ketertiban hukum, kepastian hukum, dan melindungi kepentingan negara dan pemerintah serta hak-hak keperdataan masyarakat termasuk mewakili pemerintah sebagai tergugat atau turut tergugat.

Selanjutnya, memberikan pertimbangan hukum yang terdiri dari pemberian pendapat hukum (legal opinion) berupa pendapat tertulis sesuai dengan fakta hukum tentang suatu permasalahan hukum perdata dan tata usaha negara dengan fokus kepada permasalahan yang mungkin akan terjadi.

Kemudian pendampingan hukum (legal asistance) dalam bentuk pendapat hukum secara berkelanjutan atas suatu kegiatan yang diajukan oleh pemohon dan diakhiri dengan kesimpulan atas pemberian pendapat hukum tersebut berupa berita acara pendampingan hukum yang dilaksanakan selama kegiatan berlangsung.

Selanjutnya audit hukum (legal audit), berupa kegiatan pemeriksaan secara menyeluruh dan seksama dari segi hukum terhadap suatu perbuatan yang telah dilaksanakan yang berkaitan dengan hukum perdata untuk menggambarkan kepatuhan terhadap ketentuan hukum atas suatu kegiatan atau badan hukum secara yuridis normatif.

“Bentuk bantuan hukum yang diberikan bukanlah sebagai ‘stempel pembenar’ atas kegiatan yang dilaksanakan sehingga para pihak merasa aman dari penindakan oleh penegak hukum bila melakukan kekeliruan,” ucap Erianto.

BACA JUGA:   Menjelang Natal dan Tahun Baru Polda Kalteng Gelar Vaksinasi di Kapuas

Namun, lanjutnya, pihaknya hanya sebatas memberikan rambu-rambu secara yuridis untuk menjadi pedoman kegiatan. Diibaratkan orangtua memberikan nasihat kepada anaknya yang hendak merantau. Semua tindakan sang anak merupakan tanggung jawab anak bersangkutan.

Erianto menjelaskan peran lain yang dapat dilaksanakan oleh Datun Kejaksaan adalah pemberian jasa hukum dalam bentuk sebagai negosiator, fasilitator maupun konsiliator dalam rangka menyelamatkan dan memulihkan keuangan atau kekayaan negara serta menegakkan kewibawaan pemerintah.

Lalu kegiatan pemberian pelayanan hukum berupa pendapat, konsultasi dan informasi kepada masyarakat luas baik secara tertulis maupun lisan yang meliputi orang perorangan dan badan hukum, terkait masalah datun, maupun kegiatan bantuan hukum/pertimbangan hukum dalam rangka menyelamatkan kekayaan negara disamping mewakili pemerintah apabila terjadi konstitusional review ke Mahkamah Konstitusi maupun judicial review ke Mahkamah Agung.

“Kami mengajak BPN se-Kalimantan Tengah untuk bergandengan tangan dengan jajaran Datun untuk bersama-sama meminimalisir terjadinya sengketa pertanahan di Bumi Tambun Bungai ini,” kata Erianto.

(Ant/BS-65)