Sekolah Diberikan Wewenang Tentukan Pilihan Moda Ujian, Disdik Kotim: Ingat Pakta Integritas

SERIUS : IST/BERITA SAMPIT - Sejumlah siswa SMPN 9 Sampit terlihat serius mencatat materi yang disampaikan guru di depan kelas.

SAMPIT – Seluruh SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), diberikan wewenang penuh untuk menentukan moda ujian sekolah.

Kepala Disdik Kotim melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP Muhammadi Irfansyah mengatakan, moda ujian sekolah selama pandemi Covid-19 ada beberapa sistem yang bisa dipilih sesuai kondisi sekolah masing-masing.

“Kami memberikan alternatif kepada sekolah penyelenggara ujian sekolah, silakan pilih moda ujian mana yang sesuai keadaan sekolah, mau berbasis kertas atau komputer,” ujarnya kepada wartawan media siberĀ beritasampit.co.id, Senin 15 Maret 2021.

BACA JUGA:   PTM di Kotim Terus Dievaluasi Meski Kasus COVID-19 Melandai

Irfan menjelaskan, moda ujian yang telah ditetapkan yakni, pertama ujian berbasis kertas dengan cara tatap muka atau ujian berbasis kertas dengan cara belajar dari rumah (BDR).

Yang kedua tambahnya, moda ujian sekolah ada juga yang berbasis komputer atau menggunakan android dengan sistem tatap muka dan di luar sistem. Akan tetapi, kata Irfan, diwajibkan membuat pakta integritas.

“Untuk moda ujian sekolah BDR juga diwajibkan untuk membuat pakta integritas yang dibuat oleh peserta ujian dengan pihak sekolah,” tegas Irfan.

BACA JUGA:   Target Juara Umum, Bupati Kotim Minta Koordinator Olahraga Kecamatan Bantu Suksesnya Porprov Kalteng

Menurutnya, fungsi adanya pakta integritas itu diibaratkan sebuah perjanjian agar peserta ujian itu sendiri yang mengerjakan soal-soal ujian, bukan dibantu orang tua maupun keluarga yang ada di rumah,” ujar Irfan.

Terkait moda ujian sekolah tersebut, lanjutnya, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada seluruh SMP penyelenggara ujian.

“Semoga tahun pelajaran 2020-2021, seluruh peserta ujian memperoleh nilai baik dengan harapan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi lagi,” pungkasnya. (ifin/beritasampit.co.id).