Amarah Jokowi Soal BUMN yang Tidak Berkembang: Kalau Saya Langsung Tutup Saja!

Presiden Joko Widodo.

JAKARTA– Presiden Joko Widodo meminta agar Kementerian BUMN menutup perusahaan pelat merah yang tidak efektif alias guram.

Presiden menyampaikan hal itu saat memberikan pengarahan kepada para direktur utama BUMN di Kabupaten, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis, (14/2021).

“Kalau Pak Menteri (BUMN) ‘Pak ini ada seperti ini perusahaan kondisinya, BUMN’, kalau saya langsung, tutup saja,” tegas Jokowi.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, ada sekitar tujuh perusahaan pelat merah yang akan dibubarkan. Adapun ketujuh BUMN yang dimaksud adalah PT Kertas Leces (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), hingga PT Kertas Kraft Aceh (Persero).

BACA JUGA:   Tantangan Pemajakan Ekonomi Digital Perusahaan Internasional

Kemudian, PT Istaka Karya (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero).

Presiden Jokowi juga menyinggung mengenai adanya upaya proteksi atau pengamanan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kondisi keuangannya sakit.

Jokowi tak ingin proteksi itu terus diberikan kepada perusahaan pelat merah, karena hal ini membuat BUMN menjadi ‘manja’. Bila demikian setiap kondisi keuangan sedang tidak stabil, kas negara harus turun tangan untuk memberikan penyertaan modal negara.

BACA JUGA:   Airlangga Hartarto Capres Paling Diminati Generasi Milenial

“Kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN-nya terlalu keseringan kita proteksi, sakit tambahi PMN, sakit suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali,” ujarnya.

Jokowi menilai pemberian PMN yang terjadi selama ini mengurangi nilai-nilai yang ingin dibangun oleh negara terhadap perusahaan pelat merah yang berada di bawahnya

“Misalnya, nilai kompetisi yang membuat BUMN tak berani untuk bersaing. Kemudian, mengambil resiko hingga nilai profesionalisme yang tak dijalankan,” kata Presiden Jokowi.

(dis/beritasampit.co.id)