Dewan Minta Pendidikan Jadi Skala Prioritas RPJMD Kalteng

IST/BERITA SAMPIT - Anggota DPRD Kalteng H. Sudarsono.

PALANGKA RAYA – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) RPJMD Tahun 2021-2026, H Sudarsono mendorong Pemprov agar memasukkan pemetaan kualitas pendidikan, dalam RPJMD Tahun ini.

Dirinya Berpendapat bahwa RPJMD sendiri perlu signifikan dalam upaya memperbaiki ataupun memetakan kualitas pendidikan di Kalteng.

Salah satunya, seperti peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), lantaran pada masa seperti saat ini berbagai kegiatan masih berfokus pada peningkatan fisik bangunan. Namun menurutnya, penguatan SDM juga sangat penting dimasa mendatang.

“Ini penting karena sejumlah kunjungan kami ke daerah, tenaga pendidik di pedesaan masih banyak yang kurang,” ucap mantan Bupati Seruyan ini. Selasa, 19 Oktober 2021.

Bahkan katanya lagi, ada sekolah yang hanya memiliki satu orang guru berstatus PNS, yang merangkap sebagai Kepala Sekolah, yang mana tenaga pendidik lainnya kebanyakan honorer.

BACA JUGA:   Palangka Raya Tetap Terapkan Status PPKM Level 2

Selain persoalan ini, banyaknya aturan dilingkup terkait, membuat sulit pihak sekolah dalam mengelola anggaran sekolah, termasuk dana Bantuan Operasioal Siswa (BOS)..

Masalah terkait tenaga pendidik honorer sendiri, ia menjelaskan, juga kerap terjadi. Seperti gaji guru honorer yang sering mengalami keterlambatan.

Kondisi ini yang patut menjadi perhatian, dikarenakan betapa pentingnya pendidikan di pedesaan khususnya jasa tenaga pendidik.

“Kalau gaji guru honor saja sering terlambat, lalu bagaimana kita bisa bersaing dengan daerah lain, yang mana jumlah tenaga pendidiknya di daerah saja masih kurang. selain itu juga kurangnya jumlah ASN, kurang layak insentif bagi mereka yang berstatus honor,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Pemkot Palangka Raya Waspada Banjir Akibat Naiknya Debit Sungai Kahayan

Oleh sebab itu, kedepan dirinya mengusulkan pemerintah daerah, bisa memberikan serta memperhatikan penghargaan dan beasiswa bagi tenaga pendidik yang berprestasi.

Wakil rakyat dari pemilihan Kalteng dapil II meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan ini, juga mengaku prihatin terkait persoalan 1000 sekolah di Indonesia yang masuk kategori sekolah berdaya saing nasional dari Kalteng hanya satu, yaitu SMA di Kabupaten Kobar.

Itupun, katanya, hanya masuk pada urutan ke 997 dari 1000 sekolah se Indonesia.

“Kami juga tentu merasa prihatin setelah mendengar kenyataan bahwa dari 1000 sekolah yang berdaya saing di seluruh Indonesia, Kalteng hanya ada satu sekolah. Karenanya sektor pendidikan khususnya peningkatan kualitas SDM harus diperhatikan dalam RPJMD ini,” tutupnya.

(M.SAY/beritasampit.co.id)