Dispora Kalteng : Generasi Muda Wajib Lestarikan Pencak Silat

Hardi/BERITA SAMPIT - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng Falery Tuwan

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng Falery Tuwan menghadiri kegiatan Kejuaraan pencak silat Open Danrem 102 Cup tingkat pelajar atau remaja, dan dewasa se-Kalteng yang diselenggarakan dari tanggal 22 sampai 24 Oktober 2021 di Gelanggang Olahraga (GOR) Tuah Pahoe, Jumat 22 Oktober 2021.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng Falery Tuwan menyampaikan, olahraga pencak silat adalah cabang olahraga yang sangat memasyarakat sekali, dari pelosok desa sampai kota.

Olahraga asli Indonesia ini, pencak silat telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui dunia, oleh karenanya kita harus melestarikannya.

“Karenanya kita semua khususnya generasi muda, wajib melestarikannya Selain sebagai warisan budaya Indonesia, pencak silat ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga prestasi yang telah mendunia. Mulai dari event Sea Games, Asean Games, dan beberapa kejuaraan internasional lainnya, cabang olahraga pencak silat, menjadi salah satu olahraga primadona Indonesia untuk meraih medali,” ucapnya.

Namun tentunya, pencak silat merupakan kebanggaan kita sebagai warisan budaya Indonesia, harus dibarengi dengan prestasi atlet pencak silat itu sendiri. Globalisasi saat ini sudah tidak ada lagi jarak dan waktu. Siapapun dan dimanapun dapat dengan mudah mempelajari tentang pencak silat. Peran teknologi akan mempermudah seseorang mengakses, dan belajar.

BACA JUGA:   Viral! Video Detik-Detik Pemuda Bunuh Diri, Diduga di Jalan Pangeran Samudera

“Oleh karena itu, kejuaraan pencak silat ini mari kita jadikan kebangkitan kembali prestasi atlet-atlet pencak silat khususnya di Kalimantan Tengah yang sudah sekian lama berpuasa. Pada pelaksanaan PON XX Tahun 2021 lalu di Papua, atlet-atlet pencak silat Kalteng tidak ada yang lolos pada PON XX, kita berharap pada PON XXI nanti di Aceh – Sumut Tahun 2024, pencak silat Kalteng mampu meloloskan atletnya dan berprestasi meraih medali,” pungkasnya.

Dalam membangun prestasi olahraga, kita harus bekerja keras, dan saling bahu membahu. Sangat penting membangun sinergitas antara pengurus, pelatih, dan atlet. Kekompakan semua elemen yang terlibat, akan menjadi modal yang kuat dalam meraih prestasi yang diinginkan.

“Untuk diketahui bersama pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga telah menetapkan Grand Desaign Olahraga Nasional (GDON) yaitu sebanyak 14 cabor tambah satu cabor sepakbola, yang diprioritaskan sebagai olahraga unggulan masa depan Indonesia, dan pencak silat merupakan salah satu cabor dalam program GDON. Ini menjadi tugas besar kita bersama, dari jajaran pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota dan seluruh pengurus IPSI Kalteng di semua lini untuk mulai membangun, dan mensukseskan program ini,” jelasnya.

BACA JUGA:   Yansen Binti : Dayak Bersatu Dalam Perdamaian

Sangat banyak, perguruan perguruan, dan padepokan pencak silat di Kalimantan Tengah. Kita berharap akan lahir atlet-atlet pencak silat yang handal, tangguh, dan berprestasi baik event pelajar, mahasiswa dan umum ditingkat kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. Pada kesempatan ini kami juga menyampaikan pada Tahun 2022 nanti akan diadakan Pekan Olahraga Pelajar Provinsi (POPPROV) Kalteng di Palangkaraya dan Pra POPNAS wilayah III di Banjarmasin.

“Cabor pencak silat akan dipertandingkan, oleh karena itu teruslah berlatih dengan semangat dan pantang menyerah. Kepada pelatih mohon dibimbing atletnya dengan maksimal, sehingga kita bisa meloloskan atlit pencak silat di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) Tahun 2023 yang akan dating dan meraih prestasi,” tandasnya.

Kepada panitia penyelenggara dan Pengurus IPSI Kalteng kami ucapkan terima kasih, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

(Hardi/Beritasampit.co.id)