Mukhtarudin Sambut Baik Perpanjangan Kebijakan DP 0 Persen Kendaraan Hingga 31 Desember 2022

Mukhtarudin di acara Autobizz Profit yang ditayangkan oleh CNBC Indonesia, Jumat, (22/10/2021).

JAKARTA– Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi Golkar, Mukhtarudin menyambut baik perpanjangan kebijakan ketentuan uang muka atau down payment (DP) 0% untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) oleh Bank Indonesia (BI) hingga 31 Desember 2022.

Hal itu disampaikan Mukhtarudin secara virtual dalam acara Autobizz Profit yang ditayangkan oleh CNBC Indonesia, Jumat, (22/10/2021).

Menurut Mukhtarudin, perpanjangan intensif DP 0 persen hingga akhir 2022 oleh BI tersebut adalah wujud dukungan otoritas monoter pada pemulihan ekonomi nasional.

“Jadi saya kira langkah ini guna untuk mendukung laju pemulihan ekonomi yang saat ini tengah berlangsung,” tutur Mukhtarudin.

BACA JUGA:   Kembangkan Game Lokal, Kemendikbudristek Gandeng Industri

Ada 10 bauran kebijakan yang dilakukan BI, salah satunya melanjutkan pelonggaran ketentuan uang muka kredit/pembayaran kendaraan bermotor menjadi paling sedikit 0 % untuk semua jenis kenderaan baru.

“Saya melihat adanya efektivitas dari intensif yang dilakukan antara lain yakni mendorong daya beli masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,” beber Mukhtarudin.

Anggota Banggar DPR RI ini bilang kebijakan DP 0% itu menjadi salah satu cara pemerintah untuk membangkitkan konsumsi dalam negeri.

“Perpanjangan relaksasi ini wajar dilakukan, mengingat kondisi ekonomi di kuartal-III 2021 kembali terpukul akibat Pemberlakuan di bulan Juli, lalu ya,” imbuh Mukhtarudin.

BACA JUGA:   Kemendag: Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai

Untuk itu, pria Kelahiran Pangkalan Bun Kalteng ini berharap kebijakan ketentuan uang muka atau down payment (DP) 0% untuk Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) tersebut mampu memicu pertumbuhan kredit sektor otomotif di tengah pandemi covid-19.

“Tentunya kita tetap selalu memperhatikan prinsip kehati-hatian dan menejemen risiko. Karena data terbaru menunjukkan permintaan kredit saat ini yang semakin membaik terutama dari sektor dunia usaha dan konsumsi sejalan dengan pelonggaran dan meningkatkan aktivitas masyarakat saat ini,” pungkas Mukhtarudin.

(dis/beritasampit.co.id)