Bupati Lamandau Peringati Hari Santri di Yayasan Ta’awanul Muslimin

IST/BERITA SAMPIT : Terlihat Bupati Lamandau Hendra Lesmana memberikan semangat kepada salah satu anak perserta khitan massal dengan memberi uang tunai dan pakaian di Yayasan Ta’awanul Muslimin Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur Kabupaten Lamandau.

NANGA BULIK – Memperingati Hari Santri Nasional 2020 Bupati Lamandau Hendra Lesmana mengunjungi khitan massal yang dilaksanakan oleh Yayasan Ta’awanul Muslimin Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur Kabupaten Lamandau, Jumat (22/10) kemarin.

Dalam kegiatan khitan massal, juga giat Safari jumat, Bupati Lamandau H. Hendra Lesmana yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi kegiatan pelaksanaan khitan massal yang diadakan Yayasan Ta’awanul Muslimin Desa Bukit Jaya.

Bupati Hendra Lesmana meninjau langsung pelaksanaan sunatan masal di Yayasan Ta’awanul Muslimin Desa Bukit Jaya Kecamatan Bulik Timur yang di gagas oleh PCNU Kabupaten Lamandau, acara sunatan massal diikuti oleh 60 anak anak di Kecamatan Bulik Timur.

BACA JUGA:   Sabu 1,3 Kg Gagal Beredar di Kalteng, Pelaku Sempat Kabur

Dalam sambutannya Bupati Lamandau mengapresiasi kegiatan khitan massal tersebut, hari Santri Nasional 2021 mengambil tema “Santri Siaga Jiwa dan Raga”. Tema tersebut memiliki makna bahwa santri di seluruh Indonesia harus selalu siap siaga untuk menyerahkan jiwa dan raga guna membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

“Hari Santri Nasional 2021 menjadi momen bagi para santri untuk selalu berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia,” kata Hendra.

BACA JUGA:   Sambut Kunjungan Danrem 102/Pjg, Bupati Lamandau Harap Keakraban Semakin Erat

Dengan memegang nilai-nilai tersebut, para santri diharapkan tidak mudah goyah ketika diterjang godaan ideologi-ideologi tertentu yang berpotensi merusak moral.

Di akhir acara Bupati Lamandau juga menyerahkan bantuan rumah ibadah untuk Mushola Al-Amin, Mushola Al-Mujahidin di KM. 18 dan Gereja GPdI Merambang masing masing Rp. 20 juta.

(Andre/beritasampit.co.id)