Ekonom: Jembatan Sei Alalak Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi di Kalsel dan Kalteng

BANJARMASIN – Ekonom dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Hidayatullah Muttaqin,  mengatakan,  keberadaan Jembatan Sei Alalak mampu mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalsel-teng).

Dalam konteks regional, kehadiran Jembatan Sei Alalak memperlancar mobilitas penduduk, logistik dan angkutan barang antara Banjarmasin dan Kalimantan Tengah.

Jembatan tersebut membantu kelancaran distribusi barang bagi sebagian penduduk Kalsel yang berjumlah 4,1 juta jiwa dan sebagian penduduk Kalteng dengan populasi sekitar 2,7 juta jiwa

“Jembatan Sei Alalak yang baru diresmikan Presiden Jokowi memiliki peran yang sangat penting bagi penduduk Kalimantan Selatan dan juga Kalimantan Tengah. Tentunya memperlancar kegiatan ekonomi dan perdagangan kedua provinsi khususnya jika kita telah pulih sepenuhnya dari pandemi COVID-19,” kata Hidayatullah Muttaqin, dikutip dari Antara, Sabtu 23 Oktober 2021.

BACA JUGA:   Selama Tahun 2021 Kemendag Tidak Menerbitkan Izin Impor Beras untuk Keperluan Umum

Sedangkan untuk perkembangan kota, menurut dia, Jembatan Sei Alak memiliki peranan besar sebagai penghubung Kota Banjarmasin dengan daerah penyangga di Kabupaten Barito Kuala. Karena ibukota Kalimantan Selatan dengan luas wilayah sekitar 98,5 km persegi telah berkembang melebihi batas wilayah administrasinya.

Muttaqin menyatakan keterbatasan luas lahan dan kenaikan harga tanah di Banjarmasin yang mendorong warga “Kota Seribu Sungai” untuk pindah ke daerah pinggiran seperti Kertak Hanyar dan Gambut di Kabupaten Banjar serta Handil Bakti dan Semangat Dalam di Kabupaten Barito Kuala.

Oleh karena itu, selesainya pembangunan Jembatan Sei Alalak sangat berdampak pada perkembangan Kabupaten Barito Kuala, khususnya Kelurahan Handil Bakti dan Semangat Dalam sebagai daerah hinterland Banjarmasin. Diketahui banyak penduduk yang tinggal di daerah ini bekerja di Banjarmasin.

BACA JUGA:   Presiden Sayangkan Perlakukan Diskrminatif UE Soal Kelapa Sawit RI

Selain itu, lanjutnya, jembatan yang memiliki panjang 850 meter dibangun dengan menggunakan anggaran dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/ Sukuk Negara) senilai Rp278 miliar tersebut meningkatkan nilai ekonomi lahan di Handil Bakti khususnya di sepanjang Jalan Trans Kalimantan yang ke depannya berkembang untuk sektor perdagangan ritel dan kegiatan ekonomi lainnya.

Hal ini ditopang oleh semakin berkembangnya area pemukiman di Kelurahan Semangat Dalam yang menurut BPS populasinya pada tahun 2020 mencapai lebih dari 16 ribu jiwa atau naik 60 persen dibanding tahun 2010.

(Ant/BS-65/beritasampit.co.id)