Barito Utara Ikuti Ikrar Anak Bangsa se Kalteng di Kuala Pembuang-Seruyan

Bupati Barito Utara Nadalsyah foto bersama sekaligus melepas 36 peserta dalam rangka mengikuti Ikrar Anak Bangsa dan Hari Sumpah Pemuda ke-93 2021 di halaman kantor bupati setempat di Muara Teweh, Senin 25 Oktober 2021.//Ist-ANTARA/Prokopim Barito Utara.

MUARA TEWEH – Puluhan orang utusan Kabupaten Barito Utara mengikuti peringatan hari Sumpah Pemuda dan Ikrar Bersama Anak Bangsa tingkat Provinsi Kalimantan Tengah ke-39 di Kuala Pembuang Ibu kota Kabupaten Seruyan pada 27-28 Oktober 2021.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Barito Utara, Annisa Cahyawati, mengatakan, pada 27 Oktober dilakukan penghijauan atau penanaman pohon Mangove sebanyak 1.000 pohon dan pohon bungur sebanyak 300 pohon dan malam pencerahan Ikrar Bersama Anak Bangsa.

Pada 28 Oktober dilaksanakan acara puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 dan Ikrar Anak Bangsa, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalteng serta pesan kesan peserta di atas kain putih sepanjang 93 meter.

Menurut dia, pada 28 Oktober itu juga dilaksanakan konsolidasi KesbangPol yang diikuti Badan KesbangPol se-Kalteng.

“Dalam kegiatan ini Kabupaten Barito Utara mengirimkan peserta 36 orang dari unsur¬†Kesbangpol sembilan orang, Disbudparpora tujuh orang, Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing 10 orang,” kata Kadisbudparpora Barito Utara, dikutip dari Antara, Senin 25 Oktober 2021.

Bupati Barito Utara Nadalsyah dalam sambutannya mengatakan, Ikrar Sumpah Pemuda yang dikumandangkan oleh pemuda-pemuda selaku anak bangsa merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun, tepatnya setiap tanggal 28 Oktober, hal ini merupakan perwujudan rasa syukur dan kecintaan para pemuda kita terhadap tanah air, bangsa dan NKRI.

BACA JUGA:   Jasad Korban Tenggelam di Sungai Barito Ditemukan

“Saya mengingatkan kembali kepada pemuda-pemuda kita, bahwasanya pemuda mencerminkan keadaan bangsanya kedepan, oleh karena itu setiap pemuda harus mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu untuk melanjutkan pembangunan dan berbuat baik demi kemajuan bangsa ini, hindarilah perbuatan yang tidak terpuji seperti kenakalan remaja yang dapat mendekatkan diri pada pengenalan minuman keras dan obat-obatan terlarang seperti narkoba dan sejenisnya,” katanya.

Dia mengatakan sebagai seorang pemuda Indonesia, memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mencintai bangsa ini dengan sepenuh hati, harus menjadikan sumpah pemuda sebagai benteng pertahanan untuk tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara ini.

Melalui tangan seorang pemudalah harkat dan martabat bangsa sangat ditentukan, oleh karena itu semua pemuda harus mampu menopang dan memperbaiki moral agar tetap bersatu dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadi pemuda yang bisa dibanggakan dalam berbagai aspek pembangunan.

Semangat dan jiwa sumpah pemuda harus menjadi inspirasi untuk membangun kesadaran kolektif bangsa guna meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda dengan tetap menjaga eksistensi pemuda dalam percaturan global.

BACA JUGA:   Kadisdik Barut Apresiasi Lomba Media Pembelajaran Inovatif

“Pemuda dalam kehidupan global akan tetap menjadi eksis apabila menunjukkan sebuah kapasitas kemandirian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dan kreatif dalam berbagai kegiatannya,” ucapnya.

Dikatakannya lagi, bagi para pemuda Indonesia, sumpah pemuda merupakan manifestasi dari kepeloporan dan kepeduliannya untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Sedangkan bagi semua, dengan segala kemajemukan yang dimiliki, sumpah pemuda merupakan momentum sejarah yang berhasil menyatukan tekad dan semangat seluruh komponen bangsa untuk melakukan perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme, yang pada akhirnya berhasil mewujudkan suatu negara Indonesia yang berdaulat.

“Sumpah pemuda telah membulatkan tekad dan semangat seluruh anak bangsa untuk berjuang dan tetap menjaga NKRI dari berbagai upaya rongrongan terhadap disintegrasi bangsa,” kata Nadalsyah.

Pada kesempatan itu Bupati juga menghimbau, dalam kondisi pandemi COVID-19 ini, kepada seluruh peserta agar tetap menjaga kesehatan serta selalu menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat, agar sepulang dari Kabupaten Seruyan juga tetap dalam kondisi sehat walafiat.

(Ant/BS-65/beritasampit.co.id)