Dewan Ingatkan Masyarakat Waspada Sebaran Virus ASF pada Ternak Babi

IST/BERITA SAMPIT - Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A. Lambung.

PALANGKA RAYA – Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung mengingatkan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap sebaran virus African Swine Fever (ASF) yang menyerang peternakan babi tersebut.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat khususnya bagi para peternak babi untuk lebih waspada terhadap sebaran virus berbahaya ini.

“Virus ini berbahaya bagi hewan ternak babi, karena persentase kematian akibat tertular ASF mencapai 100 persen. Belum ada obat atau vaksin untuk menanganinya, memang lebih tepat untuk mencegah penyebarannya diantara hewan ternak,” jelas Nenie A Lambung dalam keterangan tertulis, Rabu 27 Oktober 2021.

Legislator dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) ini mengungkapkan langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 524.3/2105/DPKP.1/X/2021 tentang kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Virus ASF sudah sangat tepat.

BACA JUGA:   Dewan Dukung Larangan Menjual Minuman Beralkohol di Taman Kuliner Tunggal Sangomang

“Kepada seluruh Camat, Lurah dan pihak terkait se-Kota Palangka Raya diimbau untuk bisa menyebarkan dan memberitahukan surat edaran tersebut kepada seluruh peternak babi yang ada di daerahnya masing-masing,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam surat edaran tersebut ada beberapa poin yang paling penting diketahui oleh masyarakat, apabila menemukan ternak babi yang sakit dan mati dalam jangka satu kali 24 jam agar bisa melaporkan kepada petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Rakumpit, Bukit Batu, Kalampangan atau langsung ke DPKP Kota Palangka Raya.

BACA JUGA:   DPRD Kota Beri Rekomendasi ke Pemkot Terkait Kebijakan Penyusunan APBD 2022

“Ternak babi yang mati harus segera dikubur untuk mencegah penyebaran penyakitnya secara luas. Masyarakat juga diminta tidak menjual babi dan daging babi dari ternak yang sakit. Segera lakukan isolasi ketika ada babi yang sakit dengan cara dipisahkan dari babi lain,” tutur Nenie A Lambung.

Ia mengingatkan juga kepada masyarakat, agar kandang tempat ternak babi yang mati sebaiknya dikosongkan kurang lebih selama dua bulan dan diberikan desinfeksi. (M.Slh/beritasampit.co.id).