Kepala BPOM: Identifikasi Obat Kedaluwarsa dengan CEK KLIK

Kepala BPOM Kabupaten Kotawaringin Barat, Kodon Tarigan, S.Si., Apt.

PANGKALAN BUN – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kodon Tarigan mengatakan, mengidentifikasi ciri-ciri obat yang kedaluwarsa tentunya harus ditegakkan/diterapkan Slogan CEK KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar dan Cek Kadaluarsa).

Hal tersebut dikatakan Kodon Tarigan saat dikonfirmasi beritasampit.co.id Kamis, 28 Oktober 2021 sehubungan masih banyak para konsumen yang belum paham tentang keberadaan waktu dan batas peredaran obat-obatan.

“Khusus obat-obatan yang telah kedaluwarsa, wajib tertera tanggal kedaluwarsa pada kemasan label obatnya. Jadi para konsumen sebelum membeli obat harus benar-benar dicek tanggal kadaluarsa pada sediaan obatnya,” jelas Kodon Tarigan.

BACA JUGA:   Mukhtarudin: Peran Pers Sangat Penting Hingga Saat Ini

Para konsumen tidak boleh hanya melihat keadaan fisiknya atau hanya melihat kotak yang kelihatan masih bagus, namun saat dilihat tulisan di labelnya sudah kedaluwarsa.

“Nah, disinilah konsumen sering lengah atau lupa untuk melihat tulisan di label, bahwa obat yang dibelinya sudah kedaluwarsa, yang tentunya tidak boleh lagi digunakan/diminum. Demikian juga sebaliknya walau belum kedaluwarsa tapi jika kemasan sudah rusak, maka tentunya juga tidak boleh juga digunakan sebab tidak ada lagi jaminan apakah obat tersebut masih baik, aman dan berkhasiat,” ungkap Kodon Tarigan.

BACA JUGA:   Bupati Kobar Ajak Generasi Muda Cintai Budaya Lewat Kejuaran Pencak Silat

Dijelaskannya, bahwa sesuai dengan Per BPOM Nomor 4 Tahun 2018 dalam hal pengelolaan Obat, sarana pelayanan kefarmasian memiliki cakupan 7-P yakni Pengadaan, Penerimaan, Penyimpanan, Penyerahan, Pengembalian, Pemusnahan dan Pelaporan.

“Salah satunya tentang pemusnahan dilakukan terhadap sediaan obat yang rusak, dan telah Kedaluwarsa. Jadi dalam teknis pemusnahannya tentu harus berdasarkan peraturan yang berlaku dan dilakukan oleh pemilik obat (sarana pelayanan kefarmasian) dan dihadiri oleh sejumlah saksi seperti dari Dinkes/BPOM serta dinas terkait lainnya,“ jelas Kodon Tarigan. (Man/beritasampit.co.id).