Ketum IMI Tegaskan Merah Putih Tetap Berkibar di Ajang WSBK Mandalika

Sejumlah pekerja yang didatangkan dari Inggris menyelesaikan pengecatan kerb Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis 28 Oktober 2021.//Ist-ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc; (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)

JAKARTA – Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, memastikan sebagai tuan rumah World Superbike (WSBK) 2021, Indonesia tetap bisa mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di tengah polemik sanksi dari badan anti doping dunia WADA.

Bamsoet, yang juga ketua MPR-RI itu mengatakan berdasarkan komunikasi terakhir Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dengan Dorna Sport sebagai penyelenggara WSBK (World Super Bike) yang berkedudukan di Madrid Spanyol dan FIM, sanksi World Anti-Doping Agency (WADA) tidak berlaku surut.

“Mengingat kontrak kerjasama antara Dorna Sport dengan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) ditandatangani pada tahun 2019, sehingga dipastikan sanksi WADA tidak bisa diterapkan atas kegiatan WorldSBK 2021 di Mandalika,” kata Bamsoet.

Ajang balap internasional WorldSBK akan digelar pada tanggal 19-21 November 2021, di Pertamina Mandalika International Circuit.

“Karena, segala kegiatan yang sudah matang dan ditandatangani sebelum jatuhnya sanksi pada 7 Oktober 2021, masih dapat dilaksanakan,” ujar Bamsoet dalam rilis pers, Kamis.

BACA JUGA:   Ketua KONI Kotim: Hasil Seleksi Atlet Futsal Belum Menjamin Bisa Ikut Porprov

Lebih lanjut, Bamsoet mengungkapkan dari koordinasi yang dilakukan MGPA dengan Chief Sporting Officer Dorna Sports Carlos Ezpeleta pada 25 Oktober 2021, kontrak kerjasama Dorna Sports dengan MGPA terkait penyelenggaraan WSBK, Asia Talent Cup, hingga MotoGP, ditandatangani pada tahun 2019.

Sehingga sanksi WADA tidak bisa diterapkan atas kegiatan WSBK 2021 di Mandalika. Dorna Sports juga sedang menunggu konfirmasi akhir dari FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) selaku induk organisasi internasional untuk olahraga bermotor roda dua yang juga menjadi anggota WADA.

“Sebagai contoh, Rusia yang mendapatkan sanksi lebih berat dari WADA pada 9 Desember 2020, harus menerapkan sanksi dari WADA dalam pelaksanaan MotoGP karena kontrak kerja mereka ditandatangani setelah tahun 2020, pada saat sanksi sudah mulai diberlakukan. Di sisi lain, Rusia dapat tetap melaksanakan Formula 1 karena kontrak kerjanya ditandatangani sebelum tahun 2020,” tutur Bamsoet.

BACA JUGA:   Siap Hadapi Pekan Olahraga Tingkat Kalteng 2023, Atlet Bulu Tangkis MHU Sparing di Pulau Hanaut

Kepala Badan Bela Negara FKPPI itu juga menjelaskan, pebalap yang mengikuti event balap di bawah naungan Dorna Sports, selalu mengikuti prosedur pemeriksaan doping yang dikoordinir langsung oleh Dorna Sports, bukan oleh pemerintahan negara penyelenggara.

Dorna Sports juga tidak segan menjatuhkan sanksi kepada pebalap yang melanggar. Tahun lalu, misalnya, ada satu pembalap MotoGP yang tidak lolos tes doping, oleh Dorna Sports langsung diberi sanksi skors pelarangan ikut kejuaraan.

“Indonesia pernah menjadi tuan rumah WSBK dari 1994 hingga 1997. Setelah vakum selama 24 tahun, akhirnya Indonesia kembali dipercaya menyelenggarakan WSBK 2021,” kata dia.

“Terlebih dalam event kali ini, pebalap Indonesia, Galang Hendra Pratama dari Team Ten Kate Racing Yamaha, akan turun di kelas WorldSSP. Kebanggaan ini merupakan momentum kebangkitan kembali olahraga otomotif di Indonesia,” pungkas Bamsoet.

(Antara)