Pondok Pesantren di Kalteng Siap-siap, Pospenas Bakal Digelar

IST/BERITA SAMPIT - Kemenag Kalteng saat laksanakan sosialisasi Pospenas.

PALANGKA RAYA – Pekan Olahraga Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) rencananya kembali digelar oleh Kementerian Agama, tahun depan. Kakanwil Kemenag Kalteng, Noor Fahmi melalui Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam, Ahmadi, mulai menyosialisasikan rencana tersebut ke sejumlah daerah di Kalteng.

Tujuannya, agar pondok pesantren di Kalteng mulai mempersiapkan diri. Sehingga pada saat Pospenas digelar, santri telah siap berkompetisi pada cabang yang dilombakan. Sosialisasi itu di antaranya digelar di Kotawaringin Timur, beberapa waktu lalu. Ahmadi meminta Ponpes di wilayah itu untuk memetakan bakat para santri sehingga bisa mengikuti Pospenas.

BACA JUGA:   Sugianto Ingin Kembangkan Potensi DAS Barito dengan Komoditas Unggulan

“Pospenas diadakan 3 tahun sekali. Ini menjadi ajang unjuk kemampuan para santri di bidang olahraga dan seni,” ujar Ahmadi melalui pesan WhatsApp, Kamis 28 Oktober 2021.

Cabang olahraga yang dilombakan di antaranya atletik, pencak silat, futsal dan senam santri. Sementara pada bidang seni, melombakan kaligrafi islami, pidato 3 bahasa, seni lukis islami, seni kriya, seni hadrah, cipta dan baca puisi, dan stand up comedy.

Ahmadi juga menjelaskan, kepada pimpinan pondok pesantren bahwa yang berhak mengikuti Pospenas adalah olahragawan, dan seniman santri pondok pesantren yang terdaftar minimal 1 tahun dan mukim dan masih aktif mengikuti kegiatan diniyah pesantren wustha dan ulya, santri mengikuti pembelaharan kitab kuning, tidak terdaftar dalam pusat pelatihan atau sekolah olahraga, serta berusia minimal 12 tahun dan maksimal 18 tahun.

BACA JUGA:   Ketua LSR Kalteng Tegaskan, Tak Ada Pihak Manapun Bisa Ganggu Orang Beribadah

“Saya mengajak seluruh pondok pesantren di Kalteng menyiapkan diri dari sekarang. Pospenas sendiri akan akan diselenggarakan di Sulawesi Selatan pada 2022. Ajang Pospenas merupakan bentuk kehadiran pemerintah guna mengasah bakat dan kemampuan yang dimiliki santri pondok pesantren,” ucapnya. (Hardi/beritasampit.co.id).