Semangat Gotong Royong Adalah Kunci Mengantisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Adista Pattisahusiwa

Oleh: Adista Pattisahusiwa

KITA memiliki sifat dasar Gotong Royong yang menjadi unggulan Bangsa Indonesia, sifat tersebut tidak dimiliki negara-negara lain yang rakyatnya cenderung acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar.

76 tahun silam, Bapak pendiri bangsa Bung Karno telah menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara gotong royong. Sikap itu merupakan pengejawantahan dari sila Pancasila yang terus ditumbuhkan seluruh elemen bangsa dan kemudian melahirkan kepedulian sesama untuk bebas dari pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda NKRI.

Perlu diingat bahwa pandemi belum usai, pergerakan virus Covid-19 dinamis pada tingkat global, masyarakat Indonesia tetap waspada di tengah peningkatan kasus dan kematian akibat COVID-19 secara global.

Merujuk data Organisasi Kesehatan Dunia, pada periode 17-23 Oktober 2021 kasus global naik sebesar 2 persen dan kematian juga naik 0,9 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Peningkatan kasus COVID-19 di Eropa dalam beberapa waktu terakhir meskipun tingkat vaksinasi di kawasan tersebut sudah sangat tinggi yaitu sekitar 111,55 persen menjadi pengingat agar masyarakat Indonesia tidak lengah apalagi lalai dalam merespons pandemi yang belum berakhir ini.

Tingkat kepatuhan protokol kesehatan di tanah air, serta target cakupan vaksinasi yang masih rendah mestinya dikejar untuk memperoleh kekebalan kelompok atau herd immunity yang bisa tercapai di penghujung tahun 2021 nanti.

BACA JUGA:   Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Banggar DPR: Produktivitas Dalam Negeri Jadi Tantangan

Banyak pakar menyebut ancaman gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia dipengaruhi vaksinasi yang belum memadai. Sekitar 65 persen penduduk kita belum dapat vaksin dua kali. Bahkan, masih lebih 3/4 lansia belum dapat vaksin memadai.

Apalagi jelang perayaan Natal dan akhir tahun 2021 aktivitas masyarakat cenderung meningkat dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang kembali menurun. Agenda hari besar yang diikuti peningkatan mobilisasi berisiko besar memicu gelombang lanjutan COVID-19.

Untuk itu, semua pihak harus menyadari bahwa kasus COVID-19 masih belum sepenuhnya mereda. Masyarakat dalam hal ini perlu mematuhi protokol kesehatan di setiap tempat wisata secara disiplin, dikarenakan apabila pelonggaran di sektor pariwisata tidak diiringi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, maka gelombang ketiga COVID-19 berpotensi besar untuk terjadi.

Sejumlah hal tersebut menjadi pertimbangan dan memperkirakan gelombang ketiga di Indonesia mungkin saja terjadi pada akhir tahun ini atau awal tahun 2022.

Tentang berapa besar peningkatan kasus akhir tahun tersebut bergantung pada seberapa patuh masyarakat pada ketentuan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M). Hal lainnya adalah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah sesuai derajat yang ada.

Pentingnya peran seluruh masyarakat Indonesia mengkampanyekan program vaksinasi dan terus menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

BACA JUGA:   Para Pakar Ungkap Berbagai Persoalan Agar Kelompok DPD RI Sukses

Pandemi Covid-19 menjadi tolok ukur ujian jiwa Gorong Royong yang berwujud pada disiplin masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan harapan besar Indonesia bisa segera keluar dari musibah yang kini sudah lebih dari setahun sejak kasus awal di Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu.

Keterlibatan semua pihak bahu membahu menunjukkan bahwa mengatasi pandemi COVID-19 tidak mungkin dilakukan pemerintah sendirian, tapi dibutuhkan gotong royong semua pihak, dari pusat sampai daerah.

Semangat gotong-royong yang tinggi menjadi kunci utama bagi masyarakat dalam mengantisipasi gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang diprediksi bakal terjadi akhir tahun nanti.

Falsafah gotong royong tidak mustahil bakal membuat gelombang ketiga pandemi Covid-19 tak akan terjadi. Upaya untuk memutus rantai penularan pun ringan meski cakupan vaksin belum memadai.

Yuk mari bersama-sama dalam satu tujuan, merenungi lalu menyadari sepenuhnya bahwa ada senjata yang sangat mujarab untuk menghadapi ancaman pandemi Covid-19 gelombang ketiga yakni pemahaman serta penerapan nilai-nilai luhur bangsa dan gotong royong adalah salah satu kuncinya.

Jadi, tak bisa dimungkiri bahwa gotong royong merupakan resep pamungkas bangsa dalam menghadapi segala persoalan, termasuk bencana Covid-19.

**Penulis Adalah Wartawan beritasampit.co.id

Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh