Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Mukhtarudin Dorong Pemda Optimalkan PeduliLindungi di Tempat Publik untuk Skrining

Anggota DPR RI Mukhtarudin.

JAKARTA– Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah memperingatkan potensi gelombang ketiga pandemi Covid-19 bisa terjadi di Indonesia.

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhtarudin mendukung pemerintah daerah (Pemda) di luar Pulau Jawa yang berupaya mencegah datangnya gelombang ketiga Covid-19 dengan menggencarkan pelacakan terhadap suspek dan kontak erat serta meningkatkan skrining di tempat umum.

“Kita mendukung upaya-upaya yang ditempuh Pemda tersebut, khususnya terhadap kegiatan testing maupun tracing,” tutur Mukhtarudin, Senin, (1/11/2021).

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini juga meminta Pemda lebih meningkatkan pengawasan terhadap orang berstatus suspek penting dilakukan guna mencegah lonjakan kasus kembali terjadi akibat lemahnya pengawasan terhadap orang suspek dan kontak erat dengan pasien terpapar virus Covid-19.

BACA JUGA:   Outlook Perdagangan 2022, Mendag: Kita Jaga Momentum Pertumbuhan Ekspor dan Kendalikan Inflasi

Untuk itu, Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR RI bidang Inbang ini mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai langkah tracing secara masif yang diterapkan di berbagai tempat.

“Seperti fasilitas umum, kegiatan usaha ataupun pendidikan, hal ini guna mencegah gelombang ketiga Covid-19,” tandas Mukhtarudin.

Dirinya meminta komitmen pemerintah daerah di Pulau Jawa maupun diluar Pulau Jawa agar memperkuat koordinasi serta sinergi dalam hal penanggulangan dan penanganan Covid-19. Hal tersebut diperlukan untuk menjaga keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan kasus Covid-19 di tanah air.

BACA JUGA:   Kebijakan "Travel Bubble" Diharap Bisa Percepat Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

Mukhtarudin berujar upaya pencegahan itu dapat berhasil jika diikuti peran aktif dari seluruh masyarakat dalam melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Yakni dengan bersikap disiplin menerapkan protokol kesehatan serta melaksanakan program vaksinasi secara masif,” pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengemukakan gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia ditentukan oleh perilaku masyarakat dan ancaman varian baru virus SARS-CoV-2.

“Gelombang ketiga itu datang atau tidak tergantung dari masyarakat. Bagaimana masyarakat menjaga protokol kesehatan secara baik dalam komunitas, karena angka penularan itu dari orang-orang,” kata Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Rabu (27/10).

(dis/beritasampit.co.id)