Banggar DPR RI Minta Pemerintah Genjot Percepatan Realisasi Anggaran PEN 2021

Anggota Banggar DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhtarudin.

JAKARTA– Realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional atau PEN baru mencapai 58,3 persen di awal November 2021.

Anggota Banggar DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhtarudin meminta pemerintah segera merealisasikan program-program terkait pemulihan ekonomi, agar sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Mengingat realisasi sebelumnya tertahan oleh sejumlah belanja yang tertunda akibat pandemi covid-19.

“Saya minta pemerintah mempercepat program-program PEN, namun tetap harus dilakukan secara optimal, dengan memperhatikan animo dan kendala yang dihadapi,” tutur Mukhtarudin, Selasa, (2/11/2021).

Empat dari lima sektor program PEN saat ini masih mencatatkan realisasi yang minim, dengan program dukungan usaha mikro, kecil, dan menengah/UMKM yang memiliki realisasi terendah.

BACA JUGA:   Harga CPO di Jambi naik Rp974 per kilogram

Untuk itu, politisi Dapil Kalimantan Tengah ini meminta pemerintah memfokuskan kinerjanya kurang lebih dua bulan terakhir sebelum tahun 2021 berakhir, yaitu fokus pada program-program kesehatan, perlindungan sosial, dukungan berbagai program padat karya, dan dukungan UMKM dan korporasi.

“Serta, meminta pemerintah juga mengoptimalkan realisasi anggaran insentif usaha yang saat ini capaian realisasinya sudah cukup baik,” beber Mukhtarudin.

Kendati demikian, Anggota Komisi VII DPR RI ini bilang pemerintah memastikan program PEN ditujukan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, khususnya masyarakat yang terkait di sektor-sektor dalam program PEN tersebut.

BACA JUGA:   Kemendag Implementasikan Perizinan Ekspor Impor Melalui Sistem Indonesia National Single Window

“Hal ini mengingat pentingnya pemulihan ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat pasca pandemi,” pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa hingga Jumat (22/10/2021), anggaran PEN yang telah terrealisasi mencapai Rp433,91 triliun. Jumlah itu baru mencakup 58,3 persen dari pagu anggaran Rp744,77 triliun.

“Realisasi ini tertahan oleh sejumlah belanja yang tertunda karena adanya lonjakan kasus Covid-19 varian Delta,” kata Nazara dalam konferensi pers evaluasi program PEN dan optimimalisasi anggaran PEN 2021, Selasa, (26/10).

(dis/beritasampit.co.id)