DPRD Kotim Ingatkan Sekolah Tegakkan Prokes saat PTM Terbatas

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Dadang Siswanto.//Ist-ANTARA/Norjani;

SAMPIT – Hampir dua tahun pelaksanaan pendidikan di sekolah terganggu akibat pandemi Covid-19. Ketika kondisi mulai membaik, pembelajaran tatap muka (PTM) pun dilakukan secara terbatas.

Seperti halnya di kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejak dinyatakan masuk zona hijau pandemi karena tidak ditemukan penderita Covid-19. Namun, aktivitas masyarakat masih mengacu pada aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2.

Diberlakukannya PTM juga menjadi perhatian anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim, Dadang Siswanto.

Dirinya mengingatkan pihak sekolah menegakkan protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka, meskipun daerah setempat saat ini nihil kasus Covid-19.

“Beberapa hari ini sudah tidak ada lagi penderita COVID-19 di Kotawaringin Timur. Mudah-mudahan kondisi terus membaik sehingga proses belajar mengajar bisa kembali normal. Tapi sekolah tentu harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Dadang, dikutip dari Antara, Senin 1 November 2021.

BACA JUGA:   Ketua Komisi IV Angkat Suara Soal Jalan HM Arsyad

Dadang berharap, kondisi ini terus membaik sehingga tahun depan proses belajar mengajar kembali normal. Apalagi, dengan tidak ada lagi temuan penderita Covid-19.

“Besar harapan saya tahun depan untuk Kotim (Kotawaringin Timur) bisa kembali dilaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam kondisi normal seperti sebelum pandemi terjadi,” katanya.

Politisi dari Partai Amanat Nasional ini menilai pembelajaran secara daring tidak optimal dibandingkan dengan PTM. Jika hal itu berlangsung lama dikhawatirkan berpengaruh kurang baik terhadap kualitas pendidikan. Diharapkan dalam waktu dekat atau setidaknya mulai 2022, pandemi Covid-19 bisa diatasi sehingga pembelajaran kembali bisa dilakukan sepenuhnya dengan tatap muka.

BACA JUGA:   Sampah Menumpuk di Depo, Legislator Ini Ingatkan DLH Kotim

Hal itu, katanya, akan menjadi kesempatan untuk mengejar ketertinggalan kegiatan pendidikan akibat terganggu selama pandemi.

“Kesehatan memang paling penting, tetapi pendidikan juga tidak kalah pentingnya untuk bangsa ini supaya generasi-generasi selanjutnya bisa bersaing dan melanjutkan estafet kepemimpinan daerah ini,” katanya.

Dibeberapa kesempatan, Bupati Kotim Halikinnor mengajak seluruh masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan sehingga pandemi segera berakhir dan aktivitas kembali normal.

“Kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan, setidaknya sampai pemerintah menyatakan kondisinya sudah benar-benar aman. Untuk pembelajaran di sekolah, tentu kita tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat,” katanya.

(Ant/BS-65)