Mukhtarudin Imbau Pemda Terus Berupaya Cegah Covid-19 Gelombang Ketiga

Ilustrasi_Kang Maman.

PANGKALAN BUN – Anggota Komisi VII DPR RI, Mukhtarudin sangat mendukung upaya Pemerintah Daerah di luar Pulau Jawa yang berupaya mencegah penyebaran gelombang ketiga Covid-19 dengan gencar melacak kasus suspek dan kontak erat serta meningkatkan skrining di tempat umum.

Sehubungan gelombang ketiga Covid-19 kini sudah melanda beberapa Negara di Eropa, menyusul Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah memperingatkan potensi gelombang ketiga pandemi Covid-19 bisa terjadi di Indonesia.

Politisi Partai Golkar yang merupakan warga Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat ini juga meminta Pemda lebih meningkatkan pengawasan terhadap orang berstatus suspek, penting dilakukan guna mencegah lonjakan kasus kembali terjadi akibat lemahnya pengawasan terhadap orang suspek dan kontak erat dengan pasien terpapar Covid-19.

BACA JUGA:   Dishub Kobar Siap Benahi Perparkiran, Buka Lelang Terbuka Dengan Uang Muka 20 Persen

“Saya mengimbau Pemerintah Daerah untuk terus berupaya meningkatkan penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai langkah tracing secara masif yang diterapkan di berbagai tempat. Seperti fasilitas umum, kegiatan usaha ataupun pendidikan. Hal ini guna mencegah gelombang ketiga Covid-19,” kata Mukhtarudin kepada beritasampit.co.id melalui telepon genggam, Senin 1 November 2021,

Selain itu, ia meminta komitmen Pemerintah Daerah di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa agar memperkuat koordinasi serta sinergi dalam hal penanggulangan dan penanganan Covid-19. Hal tersebut diperlukan untuk menjaga keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan kasus Covid-19 di tanah air.

Dijelaskan Mukhtarudin, upaya pencegahan itu dapat berhasil jika diikuti peran aktif dari seluruh masyarakat dalam melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA:   Festival Pemuda Bantaran Sungai dan Lomba Dayung di DAS Arut Bernuansa Kearifan Lokal

“Saya yakni dengan bersikap disiplin meningkatkan disiplin protokol kesehatan, 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Membatasi mobilisasi dan interaksi), serta melaksanakan program vaksinasi secara masif, maka kita akan berhasil mengendalikan tekanan pandemi ini,” ujar Mukhtarudin.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengemukakan gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia ditentukan oleh perilaku masyarakat dan ancaman varian baru virus SARS-CoV-2.

“Gelombang ketiga itu datang atau tidak tergantung dari masyarakat. Bagaimana masyarakat menjaga protokol kesehatan secara baik dalam komunitas, karena angka penularan itu dari banyak orang,” jelasnya di Jakarta, yang dilansir media siber, Rabu 27 Oktober 2021. (Man/beritasampit.co.id).