Ini Data Perkembangan Ekonomi Kalteng Dari Sejumlah Lapangan Usaha

IST/BERITA SAMPIT - Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro saat menyampaikan rilis perkembangan ekonomi Kalteng.

PALANGKA RAYA – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) triwulan III tahun 2021 dibanding triwulan II mengalami kontraksi sebesar 0,21 persen. Dari seluruh lapangan usaha, sepuluh diantaranya mengalami pertumbuhan positif dan tujuh lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi.

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah Kontruksi sebesar 13,51 persen, dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 4,80 persen. Sementara itu, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan serta Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 3,67 dan -6,12 persen.

“Beberapa lapangan usaha lainnya yang tumbuh tinggi di antaranya Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 3,46 persen, Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 3,15 persen, dan Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 3,06 persen,” ungkap Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro di Kantor BPS Kalteng, Jumat 5 November 2021.

BACA JUGA:   Wujudkan Kampung BERKAH Diperlukan Kerja Keras dan Sinergi Semua Komponen

Struktur PDRB Kalteng menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan III tahun 2021 tidak menunjukkan perubahan berarti.

Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 22,98 persen, diikuti oleh Industri Pengolahan sebesar 16,26 persen, Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor sebesar 12,24 persen, dan Konstruksi sebesar 9,34 persen.

Untuk peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 60,82 persen.

Selanjutnya ekonomi Kalteng triwulan III tahun 2021 dibanding triwulan III 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,57 persen. Pertumbuhan terjadi pada sebelas lapangan usaha dan enam lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi.

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah Informasi dan Komunikasi sebesar 22,56 persen dan Pertambangan serta Penggalian sebesar 9,62 persen. Sementara itu, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,12 persen.

BACA JUGA:   Pasca Kongres Gerakan Pemuda Marhaenis di Bali, Aktivis Kalteng Ini Terpilih Sebagai Dewan Pimpinan Pusat

Ekonomi Kalteng kumulatif hingga triwulan III tahun 2021 dibanding kumulatif hingga triwulan III 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 1,92 persen. Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang terkontraksi masing-masing sebesar 9,10 persen dan 2,76 persen.

“Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan terbesar adalah Informasi dan Komunikasi sebesar 27,01 persen. Diikuti Jasa Kesehatan, dan Kegiatan Sosial sebesar 15,95 persen, Industri Pengolahan sebesar 8,80 persen, Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 8,34 persen, dan Konstruksi sebesar 5,25 persen,” jelas Eko. (Hardi/beritasampit.co.id).