Landasan Bandara H. Asan Sampit Bakal Diperluas

NILAI TANAH : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Sosialisasi apraisal (penilai) dalam rangka penilaian harga tanah masyarakat yang terdampak pelebaran Bandara H. Asan Sampit di aula Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kotim, Kalteng.

SAMPIT – Guna mengantisipasi terjadinya pro dan kontra dengan pemilik tanah yang terdampak pelebaran landasan Bandara H. Asan Sampit, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Kegiatan dipusatkan di Aula Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang.

“Kegiatan ini melibatkan dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Tata Pemerintahan untuk melakukan penilaian harga tanah masyarakat yang terdampak pelebaran bandara H. Asan Sampit,” ucap Lurah Baamang Hulu Kasmojoyo, Senin 8 November 2021.

BACA JUGA:   Pelaku Penelantaran Bayi di Sampit Mengaku Melahirkan Sendiri di Semak

Pemkab Kotim rencananya tahun depan akan memperluas landasan Bandara H. Asan Sampit antara 250 meter sampai 500 meter. Namun, masih terkendala kepemilikan lahan masyarakat sehingga persoalan ini segera dituntaskan terlebih dahulu.

“Sejak akhir pekan tadi, tim sudah melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran luasan lahan bersama para pemilik lahan, terkait berapa nilai harga tanah itu nanti akan dirapatkan kembali,” ujar mantan Lurah Tanah Mas ini.

BACA JUGA:   Tim Pasar Ikan Singkirkan Dispora Dengan Skor Telak 4-1

Kasmojoyo berharap, dengan diperluasnya landasan Bandara H. Asan Sampit kedepannya pesawat berbadan besar seperti Garuda Indonesia bisa mendarat mulus.

“Yang paling utama ini mengenai nilai harga tanah, mudah-mudahan tidak ada kendala supaya perluasan landasan Bandara H Asan Sampit secepatnya terlaksana,” harapnya. (ifin/beritasampit.co.id).