Festival Babukung Karya Seni dengan Pesan Moral Tinggi, Wakil Rakyat: Harus Dilestarikan

ANDRE/BERITA SAMPIT - Anggota DPRD Kabupaten Lamandau, Herianto dari fraksi Golkar.

NANGA BULIK – Festival Babukung ke empat yang sedang dilaksanakan tahun 2021 ini di Kabupaten Lamandau menuai komentar dari Wakil Rakyat daerah setempat.

Menurut Anggota DPRD Kabupaten Lamandau, Herianto, Festival Babukung harus lebih dikemas dalam mengembangkan pariwisata daerah agar berkembang dan berkesinambungan.

“Tentunya kita memberikan apresiasi lebih dulu, kita ketahui Babukung merupakan karya seni dengan pesan moral tinggi nenek moyang kita. Meliputi seni tari, seni musik, seni ukir topeng, tata busana, serta semangat gotong royong meringankan beban kerabat yang sedang berduka,” jelasnya, Rabu 10 November 2021.

BACA JUGA:   Proyek DLH Makan Badan Jalan, Pengendara Nyaris Celaka

Kata Herianto, sekarang ini Kabupaten Lamandau sedang mengalami kemunduran soal partisipasi dari kalangan muda, sehingga perlu upaya terus menerus menjaga warisan budaya tersebut secara bersama.

“Dalam rangkaian acara pembukaan Festival Babukung 2021 ini, kita ketahui Babukung dicatatkan sebagai salah satu 100 Calendar of Events Wonderful 2019 Kementerian Pariwisata RI, tentunya kita lestarikan,” tuturnya.

Ia juga menerangkan, Festival Babukung tahun ini sebagai bentuk budaya yang harus dilestarikan agar masyarakat bisa partisipasi dalam karnaval topeng dan seni tari.

BACA JUGA:   DPRD Lamandau Apresiasi Pelatihan Barista untuk Perkembangan SDM

“Festival Babukung bisa dituntut mampu diolah dalam bentuk ekspresi yang beragam, kekinian dan menarik, agar generasi milenial bisa melestarikan,” tandasnya.

Selain itu, Herianto mengungkap, bahwa pada momen Festival Babukung 2021 juga bisa melestarikan beberapa ritual adat khas Dayak Tomun, dimana atraksi wisata yaitu ritual adat penyambutan tamu, ritual adat pembuka dan penutup acara Babukung, serta ritual adat pemberian gelar kehormatan bagi tokoh daerah. (Andre/beritasampit.co.id).