Palangka Raya Tetap Terapkan Status PPKM Level 2

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin (ANTARA/Rendhik Andika)

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperpanjang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 sampai dengan 22 November 2021.

Bertahannya PPKM  pada Level 2 itu sendiri seiring dengan terjadinya penurunan kasus positif COVID-19 serta tingginya tingkat kesembuhan pada pasien yang terjangkit virus tersebut.

“Berdasar Inmendagri terbaru untuk Kota Palangka Raya masih menerapkan PPKM level 2 sampai 22 November nanti. Saya juga mengajak masyarakat Palangka Raya tidak lali dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jangan sampai karena kita lalai kasus positif COVID-19 meningkat lagi,” kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, dikutip dari Antara, Rabu 10 November 2021.

BACA JUGA:   Nuryakin Resmi Dilantik Sebagai Sekda Kalteng, Begini Pesan Gubernur

Sementara itu penerapan PPKM Level 2 di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah itu sama seperti yang telah dikeluarkan Pemerintah Palangka Raya.

Pihaknya pun segera menindak lanjuti melalui edaran kepala daerah. Edaran itu berisi tentang penyesuaian regulasi sesuai kondisi masyarakat.

“Intinya, ada sejumlah relaksasi dibandingkan kebijakan PPKM level 3 sebelumnya. Contohnya, sektor usaha berupa kafe dan rumah makan kini telah diperbolehkan beroperasi hingga maksimal 50 persen,” bebernya.

Kemudian untuk pelaksanaan rapat dan pertemuan, kini juga telah dilonggarkan hingga mampu diikuti maksimal 25 persen dari kapasitas ruangan. Bioskop serta wisata diizinkan, dengan kewajiban telah vaksin minimal dosis satu dan menggunakan aplikasi peduli lindungi.

BACA JUGA:   80 Regu Se-Kalteng Daftar untuk Carnaval Budaya dan Mangenta di FBIM

Wali Kota Palangka Raya menambahkan, berdasar Inmendagri tersebut di Kalteng PPKM Level 1 berlaku di Kabupaten Pulang Pisau. PPKM level 2 berlaku untuk Kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Murung Raya, Seruyan, Barito Utara, Gunung Mas, Barito Timur dan Kota Palangka Raya.

Sementara Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 masih berlaku di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito Selatan, dan Kabupaten Katingan.

(Ant/BS-65)