Mukhtarudin Desak Evaluasi Total Kilang Pertamina

IST/BERITA SAMPIT : Nampak gumpalan api saat yang diwarnai kepulan asap tebal membumbung tinggi kelangit.

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mendesak PT Pertamina (Persero) melakukan audit forensik terhadap seluruh tangki minyak yang dikelolanya di berbagai daerah.

Hal ini penting dilakukan menyusul kejadian terbakarnya tangki kilang minyak UP IV Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu 13 November 2021.

Terlebih, kebakaran kilang yang terjadi kali ini bukan kejadian pertama. Tercatat dalam setengah tahun terakhir, kilang minyak Pertamina di Cilacap terbakar dua kali. Sebelum ini, kilang minyak Pertamina Cilacap juga terbakar pada Jumat 11 Juni 2021 lalu.

Bahkan, sebelum itu, kebakaran juga terjadi pada kilang lain yakni kilang minyak Pertamina RU VI Balongan Indramayu pada 29 Maret 2021.

“Dengan berulangnya kebakaran tangki pertamina ini, maka dipandang perlu untuk dilakukan audit forensik secara independen dan menyeluruh tangki minyak di kilang-kilang minyak milik Pertamina,” tegas Mukhtarudin dalam keterangannya, Minggu 14 November 2021.

Menurutnya, kejadian terbakarnya kilang minyak Cilacap perlu diselidiki secara komprehenship dan obyektif. Dengan begitu diketahui penyebab dari kebakaran tangki tersebut.

BACA JUGA:   Kemendag Raih 7 Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi Tahun 2021

Evaluasi juga menyangkut mitigasi terhadap risiko operasional yang bisa merugikan perusahaan, lingkungan, dan masyarakat. Ia menyayangkan Pertamina yang seakan mengabaikan manajemen resiko, karena kejadiannya terus berulang.

“Pertamina harus melakukan evaluasi total kepada semua unit atas kejadian ini. Karena kejadian ini ada indikasi kelalaian. Pertamina mengabaikan manajemen risiko,” oleh karena itu perlu diungkap secara tuntas penyebab kebakaran ini secara obyektif dan transparan, kata Mukhtarudin yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI itu.

Di sisi lain, Anggota DPR dari Dapil Kalimantan Tengah ini meminta agar Pertamina menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk tetap menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Karena kejadian tersebut berpotensi mengganggu produksi dan penyaluran BBM ke beberapa daerah yang menjadi wilayah kerja UP IV Cilacap.

“Langkah antisipasi harus segera diambil untuk menjaga ketersediaan BBM, sehingga tidak mengganggu supply,” jelas politisi Golkar tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya mengatakan kebakaran terjadi Sabtu, 13 November 2021 di salah satu tangki produk Pertalite, tangki kilang UP IV Cilacap, Jawa Tengah sekitar Pukul 19.20 WIB.

BACA JUGA:   Outlook Perdagangan 2022, Mendag: Kita Jaga Momentum Pertumbuhan Ekspor dan Kendalikan Inflasi

Atas kejadian itu, Pertamina mengevakuasi sekira 80 warga dari Kelurahan Lomanisdi yang berada di sekitar tangki Kilang Cilacap yang terbakar.

Mereka dievakuasi ke tempat pengungsian sementara di Aula Kelurahan Lomanis dan Masjid Baitul Munir, Lomanis. Sementara untuk pasokan BBM dan elpiji, Pertamina memastikan aman dan tidak mengalami gangguan.

Pemadaman sendiri dilakukan secara intensif menggunakan High Capacity Foam Monitor pada tangki yang terbakar. Sedangkan untuk tangki di sekitarnya dilakukan pendinginan dengan water sprinkle untuk mencegah merambatnya kebakaran.

Peristiwa terbakarnya kilang minyak sebagaimana disampaikan General Manager Kilang Cilacap Eko Sunarno terjadi pada pukul 19.10 WIB dan menimpa tangki 36 T-102. Tangki tersebut berisi komponen produk Pertalite sebanyak 31 ribu kiloliter.

Pertamina langsung melakukan alih tangki komponen produk Pertalite yang tidak terbakar di tangki 36 T-101 ke Terminal BBM Lomanis.

(rilis/man/ beritasampit. co.id).