10.739 Warga dari 17 Kelurahan di Kota Palangka Raya Terdampak Banjir

Korban banjir mengungsi di SDN 1 Langkai di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Senin 15 November 2021. (ANTARA/Rendhik Andika)

PALANGKA RAYA – Banjir yang terjadi akibat luapan air sungai berdampak pada 10.739 warga di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengatakan jumlah itu bisa saja bertambah karena kondisi cuaca saat ini.

Menyikapi hal tersebut, lanjut Fairid, pemerintah kota sudah mengerahkan petugas untuk mengevakuasi warga ke posko-posko pengungsian serta membuka dapur umum untuk membantu korban banjir.

“Kebutuhan logistik dan kesehatan kami pastikan aman. Kami juga meminta para pengungsi tetap menerapkan protokol kesehatan agar nantinya tidak muncul klaster baru Covid-19,” kata Fairid, dikutip dari Antara, Senin 15 November 2021.

BACA JUGA:   Berencana Aksi Teror di Sampit, 3 Teroris Diamankan Densus 88 di Dua Wilayah Berbeda

Sementara menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya pada Minggu 14 November 2021, luapan air Sungai Kahayan, Sungai Rungan, dan Sungai Sabangau menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Pahandut, Jekan Raya, Sabangau, dan Bukit Raya.

Banjir tercatat berdampak pada 4.157 keluarga yang terdiri atas 10.739 warga di 17 dari 30 kelurahan yang ada di wilayah Kota Palangka Raya.

“Saya meminta masyarakat, terutama di wilayah bantaran sungai, mewaspadai naiknya air,” kata Wali Kota usai pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kota Palangka Raya.

BACA JUGA:   7 Anak Diserang Monyet Liar, Dikhawatirkan Membawa Rabies Petugas Lakukan Perburuan

Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, menerangkan, forum yang anggotanya meliputi sukarelawan, pegawai pemerintah, perwakilan pelaku usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan akademisi tersebut ditujukan untuk meningkatkan partisipasi warga dalam upaya mitigasi bencana.

“Melalui forum ini kami ingin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya antisipasi dan mengurangi risiko bencana, baik bencana alam maupun non-alam,” katanya.

(Ant/BS-65/beritasampit.co.id)