Empat Proyek Multi Years di Pulang Pisau Tahun 2022-2024 Dapat Anggara Rp 230 Miliar

M.SLH/BERITA SAMPIT - Anggota DPRD Provinsi Kalteng, H. Maruadi, S.Sos., SH., MH.

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) telah merencanakan proyek multi year (proyek tahun jamak) Tahun Anggaran (TA) 2022-2024 sebesar Rp 2,1 Triliun untuk 14 kabupaten/kota. Sedangkan Kabupaten Pulang Pisau mendapatkan Rp 230 Miliar.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng, Bidang Pembangunan dan Infrastruktur, H. Maruadi dalam keterangan tertulis diterima Senin, 15 November 2021.

Berdasarkan hasil pembahasan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalteng, salah satu yang dibahas adalah kegiatan multi years pada tahun 2022-2024 dengan nominal Rp 2,1 Triliun.

Dimana Kabupaten Pulang Pisau mendapatkan empat kegiatan, meliputi Peningkatan Jalan Pulang Pisau – Pangkoh sebesar Rp 75 M, Jalan Pangkoh- Bahaur I sebesar Rp 40 M, Jalan Pangkoh- Bahaur II sebesar Rp. 40 M dan Peningkatan Jalan Bukit Liti-Bawan sebesar Rp 75 M.

BACA JUGA:   Begini Tujuan Penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan

“Terima kasih Pak Gubernur, Kabupaten Pulang Pisau direncanakan mendapatkan Rp 230 Miliar dari total jumlah kegiatan sebanyak 45 kegiatan se-Kalimantan Tengah,” kata H. Maruadi.

Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga mengungkapkan, untuk Kabupaten Kapuas peningkatan jalan Dadahup G1- Lamunti dialokasi Rp 40 M dari 45 kegiatan itu, seperti direncanakan MYC dan akan dilaksanakan dalam tiga tahun.

“Dari 45 kegiatan MYC ini tersebar di 14 Kabupaten/Kota, Gunung Mas saja ada tiga kegiatan kalau tidak salah, totalnya Rp 125 Miliar, jika adanya anggapan Gunung Mas tidak diurus itu pendapat yang tidak bisa dipertanggung jawabkan juga,” tuturnya.

BACA JUGA:   Lebih Menular, Ini Penjelasan Dinkes Kalteng Soal Varian Omicron

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, yang meliputi Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas ini menjelaskan bahwa, azas pemerataan pembangunan sudah dilakukan oleh pihak Pemerintah Provinsi.

“Karena bagaimanapun untuk memuaskan semua pihak sangatlah sulit mengingat luasan Kalteng ini satu setengah kali Pulau Jawa, yang terpenting nantinya pada saat pelaksanaan kegiatan kualitas pekerjaan dilakukan secara maksimal, dengan pertimbangkan faktor cuaca serta pelibatan tenaga lokal setempat,” tutup Maruadi. (M.Slh/beritasampit.co.id).