Ketua Pemuda Pancasila Barsel: Pengusaha SPBU Harus Jauh Hari Antisipasi Kehabisan Stok BBM

DEDDY/BERITA SAMPIT - Ketua MPC Pemuda Pancasila Barsel, Jailani Abdul Kadir.

BUNTOK – Pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Pahlawan Bawah Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) diimbau agar jauh-jauh hari antisipasi kondisi alam yang sering berubah-rubah seperti bencana banjir, sehingga tidak akan kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat kendala suplai.

Imbauan ini disampaikan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Barsel, Jailani Abdul Kadir. Dia akui habisnya stok BBM di SPBU ini, terkendala gangguan pengiriman atau suplai BBM dari Kabupaten Pulang Pisau dengan menggunakan truk tangki karena banjir di Desa Bukit Rawi.

“Sehingga dalam tiga hari ini, SPBU Jalan Pahlawan Bawah Kota Buntok tidak mendapatkan pasokan BBM tersebut,” kata Jailani kepada beritasampit.co.id, Rabu 17 November 2021.

BACA JUGA:   Eddy Raya: Pembangunan Gedung DPD Partai Golkar Barsel Hampir Selesai

Menurut Dia, imbas kosongnya pasokan BBM di SPBU tersebut membuat masyarakat Kota Buntok dan sekitarnya resah sebab mereka sangat membutuhkan BBM untuk keperluan transport baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Bahkan juga, ditingkat pengecer pun untuk persediaan BBM baik Pertamax dan Pertalite juga habis dan bila ada pengecer yang menjual itupun hanya ada sedikit bahkan banyak masyarakat yang datang berbondong-bondong untuk membeli BBM,” bebernya.

Oleh karena itu, Jailani berharap kepada pihak pengusaha SPBU bisa menginformasikan jauh-jauh hari kepada masyarakat, baik menginformasikannya melalui Media Sosial (Medsos) seperti Facebook maupun menginformasikan kepada wartawan media.

BACA JUGA:   BPBD Barsel Rutin Semprot Desinfektan Setiap Sekolah Hingga Fasilitas Publik

“Hal tersebut agar masyarakat mendapatkan informasi secara jelas apa saja yang menjadi kendalanya, dan jangan alergi kepada wartawan sebab tanpa rekan-rekan wartawan tentunya masyarakat tidak akan mengetahui secara detail penyebab kelangkaan BBM tersebut,” tutur.

Ketua Partai Gelora Barsel ini juga menyampaikan, bahwa hari ini situasi tersebut bisa terkendali karena pihak pengusaha SPBU Pahlawan Bawah untuk sementara mendapatkan BBM yang disuplai dari Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Ya walaupun dengan antrian yang sangat panjang dari muka SPBU Pahlawan Bawah hingga Jalan Karau walaupun dibawah terik matahari mereka rela untuk mengantri demi mendapatkan BBM,” pungkas Jailani. (Ded/beritasampit.co.id).