SPBU di Kota Buntok Kehabisan Stok BBM, Harga Eceran Melabung Tinggi

DEDDY/BERITA SAMPIT - Antrian panjang di SPBU Jalan Pahlawan Bawah Kota Buntok sejak pukul 07.00 WIB (pagi) hingga pukul 18.00 WIB (malam).

BUNTOK – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pahlawan Bawah di Kota Buntok Kabupaten Barito Selatan (Barsel) selama tiga hari kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikirim dari depot Kabupaten Pulang Pisau dengan menggunakan mobil tangki tersendat.

Sehingga masyarakat Kota Buntok dan sekitarnya kesulitan untuk mendapatkan BBM bahkan di tingkat pengecer, walaupun ada untuk harga jual pun cukup tinggi hingga kisaran Rp 15.000 per liter seperti pertamax.

Pantauan beritasampit.co.id di lapangan, Rabu 17 November 2021 sekitar pukul 07.00 WIB pagi hari saat SPBU dibuka terjadi antrian panjang baik roda dua maupun roda empat dari halaman SPBU Pahlawan Bawah hingga Jalan Karau. Antrian tersebut berlanjut hingga pukul 18.00 WIB malam.

Pengawas SPBU jalan Pahlawan Bawah Kota Buntok Hairiansyah kepada beritasampit.co.id mengatakan, BBM pada dasarnya tidak langka seperti informasi yang beredar dan itu tidak benar.

BACA JUGA:   Pemilik Bengkel Motor di Buntok Tewas Bersimbah Darah

“Akan tetapi, hal tersebut terkendala gangguan pengiriman atau suplai BBM dari Kabupaten Pulau Pisau dikarenakan banjir di Desa Bukit Rawi. Selain itu juga sempat tidak mendapatkan pasokan BBM selama tiga hari,” katanya.

Untuk sementara BBM disuplai dari Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan rincian Pertamax 20 kilo liter dan Pertalite 10 kilo liter. Sehingga SPBU itu hanya melayani pengisian BBM untuk kendaraan roda dua, roda empat dan speed boat.

Tarif pengisian BBM bagi kendaraan roda dua maksimal Rp 30.000 dan roda empat maksimal Rp 200.000. Hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat terpenuhi kebutuhan BBM tersebut.

“Tentunya kami juga berharap, situasi ini akan secepatnya normal kembali yakni banjir di Desa Bukit Rawi cepat surut sehingga mobil tangki yang membawa BBM dari Kabupaten Pulang Pisau bisa lancar seperti semula untuk mengantar BBM di SPBU Pahlawan Bawah ini,” tutur Hairiansyah.

BACA JUGA:   Tagih Uang Damai Tidak Digubris, RO Nekat Bunuh Pemilik Bengkel

Sementara itu, Ridwan warga Kota Buntok menyebutkan, selama tiga hari ini dirinya sangat kesulitan untuk mendapatkan BBM baik di SPBU jalan Pahlawan Bawah maupun ditingkat pengecer kosong.

Walaupun ada yang menjual itupun hanya beberapa saja dan tidak banyak, namun tetap diserbu masyarakat yang akan mengisi BBM tentunya dengan harga jual hingga Rp 15.000 per liter.

“Alhamdulillah pada hari ini BBM di SPBU Jalan Pahlawan Kota Buntok dibuka kembali walaupun untuk pengisiannya dibatasi, walaupun sejak pukul 07.00 WIB pagi hingga pukul 10.00 WIB baru bisa mengisi BBM karena antrian yang sangat panjang,” tukas Ridwan. (Ded/beritasampit.co.id).