6 Desa Terendam Banjir, Akses Jalan Menuju Sekolah Terganggu

BENCANA ALAM : IST/BERITA SAMPIT - Banjir tidak hanya menerjang akses jalan menuju ke sekolah bahkan bangunan sekolah.

SAMPIT – Banjir tidak hanya berdampak pada ratusan rumah di wilayah Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), terendam. Selain itu, akses jalan menuju ke sekolah ikut terganggu.

“Di wilayah Kecamatan Cempaga Hulu ada 6 desa terendam banjir, sehingga anak didik diliburkan karena akses jalan menuju sekolah tidak bisa dilewati karena banjir,” ucap Korwil UPT Disdik Cempaga Hulu, Nanang Abdullah saat dibincangi wartawan media siber beritasampit.co.id, Kamis 18 November 2021.

Nanang menyebutkan, keenam desa yang terendam banjir itu diantaranya, Tumbang Koling, Pantai Harapan, Sudan, Sungai Ubar, Keruing, dan Parit.

BACA JUGA:   Objek Wisata di Kotim Tetap Buka saat Natal dan Tahun Baru, Ini Syaratnya

“Kalau bangunan sekolah tidak ada yang terendam banjir. Hanya saja, jadi kendala itu hanya akses jalan menuju sekolah,” tegas Nanang saat berada di kantor Disdik Kotim.

Dia menjelaskan, rata-rata bangunan sekolah yang dibangun berada di tempat tinggi sehingga tidak diterjang banjir.

“Karena akses jalan menuju ke sekolahan terendam, kami harapkan pembelajaran tatap muka diganti polanya menjadi pembelajaran daring atau belajar di rumah,” sarannya.

Diwartakan sebelum, Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi menuturkan, ampak banjir menerjang disejumlah wilayah di Kotim, menurutnya, ada beberapa desa yang terdapat satuan pendidikan terpaksa meniadakan kegiatan belajar mengajar.

BACA JUGA:   Disdik Kotim Masih Tunggu Data Vaksinasi Lansia Per Kecamatan, Untuk Apa Ya?

Namun, kata Suparmadi, kebijakan itu bisa diatasi dengan pola memberikan tugas belajar kepada peserta didik secara daring untuk belajar di rumah

“Sekarang di Kotim sudah diberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Nah, harapannya jangan sampai PTM itu dihentikan hanya dikarenakan akses dan sekolah diterjang banjir. Solusinya, proses belajar tetap dijalankan dengan cara daring atau belajar di rumah,” tegas Suparmadi.

(ifin/beritasampit.co.id)