Dewan Minta Tingkatkan Keamanan Rumah Warga Ditinggal Mengungsi

M.SLH/BERITA SAMPIT - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Bidang Kesejahteraan Rakyat, Beta Syailendra.

PALANGKA RAYA – Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Bidang Kesejahteraan Rakyat, Beta Syailendra meminta kepada masyarakat agar meningkatkan pengamanan lingkungan terhadap tindakan kriminal saat mengungsi akibat bencana banjir.

Sebab, dengan masih banyaknya masyarakat yang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir, maka kata Dia, kerawanan tindakan kriminalitas seperti pembobolan dan pencurian di rumah yang ditinggalkan pemiliknya mengungsi harus dapat dicegah.

“Mengungsi memang harus dilakukan jika kondisi banjir sudah dirasa tidak aman bagi keselamatan masyarakat. Tapi pengamanan lingkungan tetap harus dijalankan dan aktifkan kembali Poskamling guna memastikan kondisi lingkungan, pemukiman yang ditinggal mengungsi tetap aman,” tutur Beta Syailendra dalam keterangan tertulis diterima, Selasa 23 November 2021.

BACA JUGA:   Ketua DPRD Kota Minta Pemerintah Perhatikan Kebutuhan Masyarakat Pasca Banjir

“Jangan sampai kerugian material yang diderita akibat banjir, harus bertambah apabila rumah masyarakat sampai disatroni pelaku kejahatan,” lanjut Politisi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Menurut Dia, rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong dan tanpa pemantauan sama sekali akan membuka kesempatan bagi para pelaku kejahatan spesialis rumah kosong untuk menjalankan aksinya.

“Oleh karena itu saya mendorong agar pihak kepolisian turut bersinergi bersama masyarakat untuk lebih meningkatkan pengamanan pada pemukiman, terutama pada daerah yang dilanda banjir dengan pengamanan dari seluruh pihak yang terkait dengan bantuan masyarakat, harus ditingkatkan. Patroli selama 1 x 24 jam saya kira dapat untuk dilakukan,” ujar Beta Syailendra.

BACA JUGA:   DPRD Palangka Raya Minta Pemkot Gencar Kenalkan Budaya Pada Anak Muda

Masyarakat yang mengungsi harus mengamankan barang-barang serta surat berharga miliknya pada tempat yang aman. Seperti di rumah kerabat yang tidak terdampak banjir yang dapat dipercaya, sehingga barang-barang yang berharga tersebut benar-benar aman.

“Saya mengingatkan pada masyarakat, agar barang berharga itu tidak dibawa saat mengungsi di posko pengungsian, guna meminimalisir barang-barang tercecer atau pun rusak. Dan mari kita doakan agar bencana banjir ini bisa segera berakhir, agar masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala,” tutup Beta Syailendra. (M.Slh/beritasampir.co.id).