Kasus Covid di 19 Daerah Meningkat, DPR Minta Pemda Perketat Perketat Tracing dan Tracking

Anggota DPR RI Mukhtarudin.

JAKARTA– Pemerintah menyatakan kasus covid-19 di 19 daerah meningkat dalam beberapa hari terakhir, karena rendahnya angka testing dan tracing.

Menangani hal itu, Anggota DPR RI Mukhtarudin meminta pemerintah pusat menginstruksikan kepada 19 pemerintah daerah tersebut untuk memperkuat dan meningkatkan jumlah testing dan tracing.

“Hal ini guna mencegah munculnya kasus baru dan mencegah terjadinya gelombang ketiga covid-19,” tutur Mukhtarudin, Selasa, (23/11/2021).

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini berharap Kementerian Kesehatan/Kemenkes tetap melakukan pengawasan yang ketat terhadap upaya penanganan covid-19 yang dilakukan pemerintah daerah.

BACA JUGA:   Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Banggar DPR: Produktivitas Dalam Negeri Jadi Tantangan

“Sehingga dengan adanya pengawasan tersebut dapat mencegah kenaikan kasus covid-19 di tanah air.

Mukhtarudin meminta pemerintah daerah, untuk mengantisipasi kegiatan masyarakat terutama di daerah yang memiliki angka mobilitas tinggi dan ramai jumlah penduduk, untuk memperketat dan melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, khususnya di tempat-tempat publik.

“Saya kira pemerintah daerah, tidak lengah dengan adanya penurunan angka covid-19 secara nasional, dan tetap berkomitmen untuk berupaya melakukan penanganan covid dan menjaga kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas,” pungkas Mukhtarudin.

BACA JUGA:   Legislator Golkar Imbau Masyarakat Berdiam Diri di Rumah Saat Tahun Baru 2022

Diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kasus Covid-19 di 19 daerah meningkat dalam beberapa hari terakhir.

“Jadi kurang lebih ada 19 kota yang kita monitor secara ketat, kita survei secara ketat karena ada kenaikan kasus walaupun masih kecil lebih dari 2 minggu,” ujar Budi, Senin, (22/11/2021).

Oleh karenanya, Pemerintah meminta kepala daerah untuk disipin memperkuat testing dan tracing di daerahnya.

“Ini sangat penting untuk bisa mencegah adanya gelombang baru,” ucap Menkes.

(dis/beritasampit.co.id)