Peringati Harlah Kopri VIV, Kopri PK Abu Zayd Abd Rahman Gandeng LSM Lentera Kartini Edukasi Siswa SMAN 3 Sampit

SOSIALISAI : IST/BERITASAMPIT - Kopri PK Abu Zayd Abd Rahman saat memberikan sosialisasi di SMAN 3 Sampit

SAMPIT – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI PMII) Pengurus Komisariat (PK) Abu Zayd Abd Rahman mengandeng LSM Lentera Kartini untuk memberikan sosialisasi edukasi kepada siswa-siswi SMAN 3 Sampit dengan tema “Pencegahan Pergaulan Bebas dan Pencegahan Pernikahan Usia Dini Untuk Membentuk Generasi Berkualitas.

Ketua Kopri PK Abu Zayd Abd Rahman Devitasari mengatakan, pelaksanaan agenda kerjasama dengan LSM Lentera Kartini tersebut merupkan rangka memeriahkan peringatan Hari Lahir (Harlah) Kopri VIV.

Ia berharap dengan kegiatan yang mereka laksanakan itu bisa memberikan output akan kesadaran generasi muda tentang seberapa pentingnya untuk mencegah pergaulan bebas demi mengurangi angka pernikahan dini khususnya di daerah Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Dengan adanya sosialisasi ini saya juga berharap anak-anak muda dapat mencegah hal itu dari dalam dirinya sendiri,” katanya, Selasa 23 November 2021.

BACA JUGA:   Puskesmas Ketapang II Klaim Vaksinasi Lansia Capai 75 Persen

Sementara itu, sekertaris LSM Lentera Kartini Fifit Novita Handayani menyebutkan keinginan terbesar dirinya dengan adanya sosialisasi ini bisa untuk menekan angka tingkat perkawinan anak yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur. Maka dari itu, dengan memberikan pemahaman ke siswa-siswi supaya mereka bisa menjadi pelopor dan pelapor dari perkawinan anak.

“Karena memang banyak sekali dampak-dampak yang mempengaruhi dari pernikahan usia dini,baik dari masa depan mereka, kesehatan dari kehidupan sosial dan sebagainya. Apalagi di masa pandemi ini, kebanyakan siswa yang menikah karena memang faktor ekonomi keluarganya, karena memang banyaknya tuntutan dari sekolah daring seperti telpon dan lain sebagainya, sehingga itu mempengaruhi masyarakat kelas ekonomi menengah kebawah,” ujarnya.

BACA JUGA:   Mitos dan Fakta Inhaler bagi Penderita Asma

Ia menambahkan, selain itu terdapat kendala lain karena memang anak-anak banyak yang bersekolah di rumah. Karena memang tidak ada yang memantau pergaulan mereka di luaran sana sehingga terjadilah hal hal yang tidak di inginkan

Pihak guru SMAN 3 Sampit Rusdiono menyampaikan sangat mendukung dengan agenda yang di lakukan oleh Kopri PK Abu Zayd Abd Rahman tersebut. Dengan adanya sosialisasi tersebut dirinya berharap bisa mengurangi pergaulan bebas dan pernikahan usia dini di kalangan pelajar.

“Karena menurut informasi yang saya ketahui, di Kalimantan Tengah, kurang lebih 300 pelajar yang nikah selama pembelajaran daring. Maka dari itu lewat kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada para peserta didik di SMAN 3 Sampit,” demikiannya.

(im/beritasampit.co.id).