HUT Ke-16, Ini Pesan Bunda PAUD Kotim

AIB/BERITA SAMPIT - Bunda Paud Kotim Khairiah, saat menyampaikan sambutan di acara HUT ke-16 Himpaudi.

SAMPIT – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kotawaringin Timur (Kotim) hadir diacara Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kotim, yang menggelar perayaan Hari Ulang Tahun Himpaudi ke-16. Rabu, 24 November 2021

Bunda PAUD Kotim Khairiah Halikinnor mengatakan dipundak gurulah masa depan anak bangsa ditentukan kejayaanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi untuk menghidupkan dan membesarkan Himpaudi Kotim

“Guru adalah pelukis masa depan bangsa. Apapun tujuan yang ingin diwujudkan di lembaga PAUD, guru adalah nyawanya, guru adalah penentunya, melalui keteguhan hati kita untuk memperjuangkan kebaikan, melalui pendidik PAUD yang tetap menjaga cinta dan idealisme dalam kondisi apapun,” kata Bunda PAUD Kotim Khairiah Halikinnor di salah satu Mall di Sampit.

BACA JUGA:   Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Rumah Kepala Dinas DPMPTSP Kotim

Namun disayangkan dalam perjalanya guru PAUD non formal bukanlah dianggap guru, pekerjaan mulia guru PAUD non formal tidak dianggap sebagai sebuah profesi sehingga tidak bisa mendapatkan serifikasi profesi sebagai guru PAUD formal.

“Seharusnya tidak ada diskriminasi terhadap guru yang tugas dan kewajibannya memang sama, sesuai dengan amanat pancasila dan UUD 1945, guru Paud baik di TK, KB, TPA, dan SPS memiliki tugas mulia yang sama, seharusnya mendapatkan hak yang sama,” kata Khairiah.

BACA JUGA:   Bis Tujuan Ujung Pandaran Operasional Sabtu-Minggu, Tiket Hanya Tersedia di Terminal

Menurutnya, anak usia dini pewaris masa depan bangsa. Kepada mereka, negeri ini terhutang janji untuk mencerdaskan dan memenuhi hak-hak mereka mendapatkan gizi yang cukup dan berkualitas serta mendapat PAUD yang layak dengan guru yang kompeten dan kualified.

“Kepada mereka, pewaris masa depan bangsa ini, kita tidak bisa bilang “nanti” juga tidak berguna kata “maaf” jika semua sudah terlampaui. karena itulah kesetaraan guru paud menjadi kata kunci penting mewujudkan masa depan bangsa yang gilang, cemerlang dan terbilang,” jelasnya

(aib/beritasampit)