Kelangkaan Stok Bahan Pokok Harus Diantisipasi Menjelang Natal dan Tahun Baru

IST/BERITA SAMPIT - Asisten Administrasi Umum Provinsi Kalteng, Lies Fahimah.

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran melalui Asisten Administrasi Umum Lies Fahimah, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dalam rangka stabilisasi harga dan pasokan barang kebutuhan pokok menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Kalteng. Kegiatan rapat ini dilaksanakan di Hotel Aquarius Palangka Raya, Rabu 24 November 2021.

Dalam kesempatan itu, Lies menyampaikan, setiap datangnya Hari Besar Keagamaan seperti Hari Raya Natal 2021 dan menjelang Tahun Baru 2022, pasti selalu diiringi dengan terjadinya peningkatan permintaan terhadap beberapa komoditas barang kebutuhan pokok. Hal ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung cukup lama, dimana variasi makanan yang dikonsumsi masyarakat semakin beragam sehingga terjadinya peningkatan permintaan barang kebutuhan pokok.

“Sehubungan hal tersebut, maka saya minta agar dinas/instansi terkait dapat mengantisipasi terhadap stok atau ketersediaannya agar tidak terjadi kelangkaan. Dimana kelangkaan pasokan bahan kebutuhan pokok akan berdampak pada terjadinya fluktuasi/naiknya harga, ini perlu kita sikapi, karena kenaikan harga bahan pokok sangat berdampak pada daya beli masyarakat terutama bagi masyarakat kurang mampu yang akan semakin tertekan dengan kenaikan berbagai barang kebutuhan pokok tersebut apalagi di tengah Pandemi Covid-19,” katanya.

BACA JUGA:   Hari Ibu, Momentum Mendorong Perempuan Menjadi Berdaya Dengan Kedudukan Setara

Dia meminta kepada Kepala Dinas/Instansi terkait baik lingkup Provinsi maupun Kabupaten/Kota agar selalu berkoordinasi, untuk menjaga kecukupan stok barang kebutuhan pokok dan yang perlu diperhatikan adalah bagaimana keamanan dan kelancaran arus distribusi barang di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ini.

Dirinya juga mengingatkan bahwa barang kebutuhan pokok di Provinsi Kalteng, sebagian besar dipasok dari luar daerah, menyikapi kondisi seperti ini perlu dilakukan antisipasi karena setiap datangnya Hari Besar Keagamaan terutama pada masa Pandemi Covid – 19 kemungkinan akan sedikit mengalami kendala dalam arus lalu lintas baik melalui jalur darat, udara dan air.

“Untuk itu kepada pelaku usaha dapat mengantisipasi, dan jika ada hambatan dalam arus distribusi agar segera memberitahukan dan berkoordinasi dengan Dinas/Instansi terkait. Kemudian saya ingatkan kepada pelaku usaha untuk tidak melakukan penimbunan di luar dari kewajaran,” pungkasnya.

BACA JUGA:   KAHMI Kalteng Siap Kontribusi Membangun Daerah

Untuk itu kepada semua Pemerintah Kabupaten/Kota dapat mewaspadai hal ini. Disamping itu kepada Kepala Dinas yang membidangi Perdagangan di Kabupaten/Kota se- Kalimantan Tengah agar mengaktifkan fungsi dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), seperti mengaktifkan keberadaan Pasar Penyeimbang di daerahnya masing masing.

Selain itu juga, walaupun pada saat ini tidak semua Kabupaten/Kota maupun Provinsi Kalimantan Tengah dapat melaksanakan Pasar Murah menjelang Hari Raya Natal 2021 dan Menjelang Tahun baru 2022.

Namun diharapkan untuk tetap bekerja sama dengan pihak Satgas Covid – 19 dalam menjaga Protokol Kesehatan ditengah Pandemi Covid – 19, dan Tim Satgas Pangan agar dapat tetap melakukan sidak ke pasar-pasar untuk menjaga ekspektasi masyarakat, tentang ketersediaan bahan pokok dan membuat para pelaku usaha tidak memanfaatkan moment ini untuk mempermainkan harga Barang Kebutuhan Pokok. (Hardi/beritasampit.co.id).