Truk Rentan Terbalik Akibat Banyak Lubang Cukup Dalam di Jalan Lingkar Selatan Sampit

ILHAM/BERITA SAMPIT - Para pengemudi truk angkutan terpaksa harus ekstra hati-hati melintas di Jalur lingkar selatan Sampit, yang kondisinya rusak parah dan banyak berlubang, Kamis 25 November 2021.

SAMPIT – Kerusakan jalan lingkar selatan Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, semakin parah dengan banyak lubang yang cukup dalam dengan ketinggian sekitar 20 sampai 60 centimeter.

Hal ini yang dikeluhkan para sopir truk angkutan, karena jalur tersebut merupakan satu-satunya jalan alternatif yang diperbolehkan dilewati untuk menuju pelabuhan CPO maupun Pelabuhan Pelindo III yang ada di Desa Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.

“Kalau kami dari sopir serba salah, kalau lewat kota dilarang, dan kalau lewat lingkar selatan ini, kondisinya seperti ini. Dan risikonya pun terlalu tinggi dengan muatan kami seperti ini. Sebab kalau ada apa-apa dengan angkutan dan kerusakan kami akan kena klim oleh perusahaan,” ungkap Teguh, salah seorang sopir angkutan truk CPO, Kamis 25 November 2021.

BACA JUGA:   100 Orang Pengurus Golkar Kotim Periode 2020-2025 Dilantik, Siap Rebut Kejayaan

Apa yang menjadi kebijakan Pemerintah dengan menetapkan aturan, sebagai sopir angkutan yang bekerja dengan perusahaan selalu taat dan menerimanya. Namun dia tetap minta Pemerintah cepat tanggap dan tidak membiarkan berlama-lama kondisi jalan yang semakin hari kerusakan bertambah banyak di ring road selatan tersebut.

“Selain kami dirugikan dengan waktu kerja, namun yang paling kami takutkan risikonya mobil rusak karena mengangkut muatan berat dengan kapasitas hampir 18 ton. Jadi kalau terguling bisa kena klim atau diberhentikan setelah ganti rugi,” ujarnya.

BACA JUGA:   PGRI MHS Siap Gelar Turnamen Bulutangkis Khusus GTK, Syarat Wajib Bawa SK

“Kalau bisa untuk sementara, oke lah kalau belum bisa diaspal, setidaknya diratakan dulu jalannya sehingga bisa fungsional dengan baik. Sebab kalau kita lewat kota juga tidak mau masalahnya risikonya juga sangat tinggi, dan juga sangat mengganggu aktivitas pengendara lainnya,” tandasnya. (Cha/beritasampit.co.id).