Dua Hari Tak Berkomunikasi, Tukang Servis Elektronik Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya

ILHAM/BERITA SAMPIT - Petugas PMI Kabupaten Kotim, mengevakuasi Jenazah Arsian Noor (42), guna dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit. Minggu 28 November 2021.

SAMPIT – Warga jalan H Imran Gang Suhada RT 30 RW 04, Kelurahan Ketapang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, digegerkan dengan temuan sesosok mayat seorang yang diketahui ahli servis elektronik didalam tempat tinggalnya, Minggu 28 November 2021, sekira pukul 16.30 Wib sore.

Jenazah yang diketahui bernama Arsian Noor (42), ditemukan warga karena merasa curiga dengan bau busuk yang menyengat dari dalam rumahnya, apa lagi korban juga tidak pernah terlihat selama dua hari.

BACA JUGA:   Lapas Sampit Terima Penghargaan Layanan Publik Berbasis HAM

“Beberapa hari lalu dia (korban) mengeluh sesak napas, mau makan juga sedikit karena perutnya sakit, dan kami sudah membawanya berobat dan kemudian sembuh” kata Saukani (58) saudara tertua korban.

Korban yang tinggal sendirian sedangkan anak dan istrinya berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini, memang diketahui sakit-sakitan. Khawatir dengan kondisi kesehatan korban, saudara maupun ponakannya sudah sering mengajak untuk tinggal di rumah mereka, namun selalu ditolak.

“Namanya saudara kita khawatir, sudah beberapa kali di ajak tinggal di rumah saya, dan saudara lain juga sering menawarkan hal yang sama, tapi selalu ditolak, dan tetap ingin tinggal sendiri di rumahnya,”ujarnya

BACA JUGA:   Raihansyah Minta Setiap Cabor Porkab Menyampaikan Perangkat dan Regulasinya

“Kami juga berusaha menghubungi istrinya di Banjarmasin, tapi di telepon tidak aktif,” ucap Sukani.

Sementara, kasus ini telah ditangani pihak Kepolisian melalui Polsek Ketapang. Untuk kepentingan lebih lanjut, jenazah korban kemudian dievakuasi dengan menggunakan mobil ambulan PMI Kabupaten Kotim dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit.

(Cha/beritasampit.co.id)