Disdik Kotim Studi Tiru ke Kota Serang Banten, Berikut Tujuannya

KUNKER : IST/BERITA SAMPIT - Foto bersama Kadisdik Kota Serang, Kepala SKB Kota Serang dan Tim Kunjungan Kerja dari Disdik Kotim.

SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal melakukan kunjungan kerja ke SPNF SKB Kota Serang Provinsi Banten.

Kabid Pembina PAUD dan PNF Disdik Kotim Arief menjelaskan, kunjungan kerja itu bertujuan untuk melakukan studi tiru atau menyerap informasi terkait kecakapan wirausaha dalam pendidikan non formal di daerah tersebut.

“Studi tiru atau melihat apa saja kegiatan yang dilakukan untuk sebagai contoh yang sesuai dengan kebutuhan SKB dan PNF lainnya di Kotim, terutama kegiatan pelatihan kecakapan wirausaha diantaranya menjahit, tata boga dan barista,” jelas Arief, melalui keterangan diterima Senin 29 November 2021 di Sampit.

BACA JUGA:   SMAN 2 Sampit Juara Lomba Poster Internasional

Selain studi tiru, juga bertujuan untuk menjalin kedekatan antara dua SKB dan dua dinas dalam mengembangkan kecakapan seputar informasi tentang pendidikan non formal yang berkualitas dan terjamin.

“Kita juga sempat sharing Kadisdik Kota Serang seputar pendidikan, kerja sama yang diharapkan terjadi antara dua SKB dan dua Dinas adalah pertukaran informasi yang kekinian terkait keterampilan wirausaha pendidikan non formal terus dilakukan,” kata Arief.

Kegiatan itu dilakukan selamat 3 hari dari tanggal 25-27 November 2021 diikuti oleh Kasubag Perencanaan Disdik Kotim, Kasi Peserta didik PAUD dan PNF, Kepala SKB Sampit dan lain-lain.

BACA JUGA:   Niat Pinjam Gerobak Untuk Kerja Bakti Berujung Penganiayaan

Sementara itu, Kasi Peserta Didik Kotim Akbar menjelaskan, bahwa SKB Kotim memiliki visi sebagai sentral kegiatan pendidikan bagi masyarakat, sebuah etalase pendidikan non formal yang mampu menyediakan beragam pilihan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Kesetaraan, Pendidikan Keaksaraan Fungsional, Pendidikan Vokasi, Pendidikan Kecakapan Hidup serta keterampilan/skill yang mumpuni.

“Mewujudkan itu semua ada beberapa tahapan yang harus kita lalui, salah satunya dengan memperbanyak referensi terkait bagaimana pengelolaan SKB yang baik, salah satunya melalui studi tiru ini, sebagai acuan yang dibutuhkan oleh pelaku dunia usaha dan industri di Kotim,” jelas Akbar. (Aib/beritasampit.co.id).