Sektor Pariwisata Dapat Menjadi Pintu Pemulihan Ekonomi

M.SLH/BERITA SAMPIT - Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Ruselita.

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Ruselita mengatakan bahwa sektor pariwisata dapat menjadi pintu pemulihan ekonomi pada tahun 2022.

Dengan demikian, Dia meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melalui dinas/instansi terkait agar dapat mempersiapkannya mulai dari sekarang.

“Mengapa saya menyampaikan demikian, ini dikarenakan sektor pariwisata memiliki efek yang cukup besar bagi sektor lainnya. Terlebih dengan melihat kondisi saat ini, dimana kasus orang terkonfirmasi Covid-19 mulai melandai,” jelas
Ruselita dalam keterangan tertulis diterima, Selasa 30 November 2021.

Legislator dari Fraksi Partai Perindo ini juga menjelaskan, penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah, tentunya dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian, sesuai dengan program Pemerintah Pusat.

BACA JUGA:   Dewan Apresiasi Ada Peningkatan Retribusi Pajak di Palangka Raya

“Masyarakat mulai merasa jenuh setelah banyak berdiam diri beraktivitas di dalam rumah, untuk menghindari terjadinya penularan Covid-19. Dengan kondisi itu, tidak menutup kemungkinan masyarakat akan mencari tempat untuk berwisata,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Ruselita, jika situasi masih dalam keadaan pandemi, masyarakat tidak akan berani untuk bepergian jauh. Hal ini tentunya dapat menjadi peluang besar bagi eksplorasi destinasi wisata di Kota Palangka Raya dengan julukan Kota Cantik.

“Jika Kota Palangka Raya saat ini memiliki potensi wisata yang cukup bagus. Bahkan jika dikelola dengan baik dan optimal, tempat-tempat wisata tersebut mampu bersaing dengan tempat wisata daerah lainnya bahkan kelas dunia sekalipun,” ujar Ruselita.

BACA JUGA:   Ada Empat Raperda Inisiatif DPRD Kota Akan Dibahas Tahun 2022

Tempat wisata dimaksud di antaranya, seperti Sungai Kahayan, Bukit Tangkiling, Danau Tahai, Nyaru Menteng, Taman Nasional Sebangau, Museum Balanga, Dermaga Kereng Bengkirai, Pesona Alam Lestari dan Sungai Kahayan.

“Untuk optimalisasi tempat-tempat wisata itu, membutuhkan sentuhan dari Pemerintah, khususnya dalam bidang anggaran membangun infrastruktur akses masuk ke lokasi serta memberdayakan warga setempat di dalam pengelolaan tempat wisata,” tutupnya. (M.Slh/beritasampit.co.id).