Anggota DPRD Lamandau : Jangan Sampai Terjadi Silpa yang Berlebihan

ANDRE/BERITA SAMPIT : Anggota DPRD Kabupaten Lamandau Bakar Sutomo.

NANGA BULIK – Kenaikan angka Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Murni (APBD-M) 2020 Kabupaten Lamandau yang sangat besar, menjadi sorotan utama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lamandau dalam pembahasan APBD-M tahun 2022 yang sudah disahkan.

Anggota Dewan pun berpendapat, bahwa angka kenaikan tersebut disebabkan karena kurang matangnya perencanaan anggaran lebih pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamandau.

Anggota DPRD Kabupaten Lamandau, Bakar Sutomo menyarankan kepada Kepala Pemerintah Daerah Lamandau supaya anggaran yang sudah di sahkan agar dapat digunakan dengan sebaik mungkin.

“Anggaran yang sudah ditetapkan bersama, kita soroti terkait anggaran biaya langsung. Karena ini berimbas pada perekonomian masyarakat Lamandau. Sehingga jangan sampai di APBD tahun 2022 nanti terjadi Silpa yang lebih besar lagi, karena sayang dengan anggaran segitu, tidak terserap dengan maksimal,” Harap Bakar Sutomo, Rabu 1 Desember 2021

BACA JUGA:   Lindungi Masyarakat Adat, DPRD Lamandau Gelar Sosialisasi dan Konsultasi Publik

Mengenai hal tersebut, Bakar Sutomo menyarankan kepada masing – masing OPD hartus terus mengupayakan untuk mengurangi angka Silpa dengan melakukan kontroling dan pengawasan.

“Semua saling berkaitan, pemerintah harus bijak dalam mengambil kebijakan karena kontroling dan pengawasannya kita akan perbaiki agar semakin bagus. Dan tidak hanya itu saja, tapi kualitas pelaksanaan program juga diperlukan nantinya, demi kecintaan saya terhadap kabupaten Lamandau” jelasnya.

BACA JUGA:   Bupati Serahkan Bantuan Alat Kerja Kepada Pelaku Usaha Mikro di Lamandau

Bahkan, sambung politisi Gerindra ini, tingkat pemantauan untuk mengetahui besar serapan anggaran yang terpakai itu harus dilakukan secara rutin mulai dari triwulan pertama, hingga akhir.

“Kontrol terus sampai dengan akhir tentang serapan anggaran dari masing – masing OPD ini nantinya. Sehingga kedepan akan ada pengurangan Silpa” pintanya.

Oleh sebab itu, kata Sutomo, perencanaan matang tidak cukup, jika tidak diimbangi dengan pelaksanaan yang tepat.

“Salah satunya pelaksanaan kerja harus tepat waktu, dan ketika terjadi kesalahan segera lakukan perbaikan, agar tak memakan waktu dan menimbulkan persoalan dikemudian hari” tegasnya.

(Andre/beritasampit.co.id)