BKSDA Sampit Pasang Perangkap Beruang di Desa Karang Tunggal Kecamatan Parenggean

IST/BERITA SAMPIT - Petugas Pos Jaga BKSDA Sampit memasang satu set perangkap beruang, disaksikan Kepala Desa Karang Tunggal dan stafnya serta petugas Babinkamtibmas, di Desa Karang Tunggal Kecamatan Parenggean, Rabu 1 Desember 2021.

SAMPIT – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kemunculan beruang yang sempat bersarang di belakang rumah warga di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pos Penjagaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, Kalimantan Tengah, memutuskan untuk memasang satu set perangkap untuk menangkap beruang tersebut.

“Hari kemarin ada laporan lagi dari Babinkamtibmasnya, ada lagi datang beruangnya. Sehingga hari ini kita memutuskan memasang perangkapnya,” kata Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit Muriansyah, Rabu 1 Desember 2021.

Sebelumnya pada Senin, 22 November lalu, BKSDA Sampit menerima laporan dilengkapi dengan 1 buah foto tentang kemunculan seekor beruang madu di belakang rumah warga.

BACA JUGA:   Cegah Lonjakan Covid-19 saat Nataru, Pemkab Kotim Gencarkan Kembali Operasi Yustisi

Beruang juga membuat sarang di belakang rumah warga di Desa Karang Tunggal, Kecamatan Parenggean.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi konflik dengan manusia, petugas BKSDA Sampit melakukan langkah dengan memberikan pemahaman kepada warga terkait perilaku alami beruang dan perubahan prilakunya.

“Kita juga menyarankan sarang yg di buat beruang di belakang rumah di hancurkan atau di bakar. Kemudian jika ada pohon buah seperti nangka agar diberi pagar seng yang dilingkarkan di batangnya,” ujarnya.

BACA JUGA:   Jalan Kabupaten Rusak Parah Menuju Desa Tinduk Sering Diusulkan, Namun Kandas

Muri juga mengingatkan agar warga bisa menimbun atau mengubur buah nangka atau cempedak yang belum habis dimakan. Selain itu Dia juga mengajak warga agar tidak membuang sampah rumah tangga sembarangan di belakang rumah.

“Di Sampit beruang datang ke sekitar pemukiman dan belakang rumah warga, selain karena ada pohon buah, warga juga buang sampah sembarangan di belakang rumah. Dampaknya, beruang mengacak-acak dan makan sampah tersebut,” tandasnya. (Cha/beritasampit.co.id).