Nia Ramadhani Bungkam Saat Datangi PN Jakarta Pusat

Terdakwa sekaligus artis Nia Ramadhani bersama sang suami, Ardi Bakrie saat mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 2 Desember 2021. (ANTARA/Sihol Hasugian)

JAKARTA – Terdakwa sekaligus artis Nia Ramadhani bersama sang suami, Ardi Bakrie enggan berkomentar banyak saat mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menjalani sidang perdana agenda dakwaan terkait dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

“Baik,” kata Nia Ramadhani menanggapi pertanyaan wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 2 Desember 2021.

Pantauan Antara, keduanya dikawal ketat oleh sejumlah pengawal saat memasuki Ruang Sidang Prof. HM Hatta Ali Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Setidaknya, ada lima orang pengawal (bodygurad) yang mengawal keduanya. “Makasih ya,” ujar Nia.

BACA JUGA:   Polda Jatim Kejar Pelaku Penendang Sesajen di Gunung Semeru

Adapun sidang yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Nia dan Ardi mundur lebih dari dua jam.

Kedua terdakwa menjalani sidang perdana kasus penyalahgunaan narkoba dengan register perkara Nomor:770/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Pst.

Sebelumnya, Nia dan Ardi telah menjalani rehabilitasi selama hampir lima bulan di Lembaga Rehabilitasi Fan Campus Bogor, Jawa Barat.

Kasus ini bermula saat Nia ditangkap oleh Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada 7 Juli 2021 pukul 15.00 WIB

BACA JUGA:   Menkumham Tegaskan Komitmen Pemerintah Laksanakan Program Pemajuan HAM

Dalam pengembangannya, Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan tiga tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan pasangan suami-istri Nia dan Ardi Bakrie. Selain keduanya, polisi juga menetapkan sang sopir berinisial ZN sebagai tersangka.

Polisi mengamankan ketiga tersangka sejak 7 Juli 2021 dengan barang bukti satu klip sabu seberat 0,78 gram dan satu bong (alat hisap sabu).

Ketiga tersangka dikenakan pelanggaran Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara.

(Antara)