Petani Hortikultura Desa Jemaras Buka Lahan 2 Hektare, Terkendala Gangguan Sekelompok Monyet

LAHAN TANI : ARIFIN/BERITA SAMPIT - Kades Jemaras bersama kelompok tani berbincang-bincang di sekitar lahan pertanian yang digunakan untuk tanaman hortikultura.

SAMPIT – Antusias petani Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), membuka lahan pertanian patut diacungkan jempol.

Lahan seluas sekitar 2 hektare itu berlokasi di Jalan Masran Ibus tidak jauh dari kantor Desa Jemaras. Rencananya, petani akan menanam hortikultura sesuai dengan luasan lahan yang tersedia.

“Warga desa kami sangat antusias bercocok tanam dalam rangka pasca Covid-19 untuk pemulihan ekonomi masyarakat desa, kami dari pemerintah desa mengapresiasi keinginan para petani ini,” ucap Kepala Desa Jemaras Moju Betti Suheru kepada wartawan media siber beritasampit.co.id saat bertandang ke kantor desa, Kamis 2 Desember 2021.

BACA JUGA:   AMPI Siap Menjadi Mitra Pemerintah dalam Mempromosikan Destinasi Wisata di Kotim

Dia menjelaskan, pembukaan lahan itu secara swadaya masyarakat desa setempat terutama warga yang tergabung di kelompok tani Masran Ibus.

“Lahan 2 hektare itu sudah dipetak-petak secara swadaya, ada sekitar 60 petak ukuran 15×30 meter per petak. Rencananya lahan itu akan ditanam seperti, kacang panjang, tomat, mentimun maupun sawi,” ujar Suheru.

Namun yang jadi kendala saat ini, lanjutnya, kelompok tani ini merasa terganggu dengan adanya sekelompok monyet perusak tanaman yang sampai saat ini belum ada solusi bagaimana penanganannya.

BACA JUGA:   Singkirkan Telaga Antang, Tim Pasar Ikan Melaju ke Semifinal Bupati Cup 1

“Kami mohon kepada pemerintah daerah melalui dinas pertanian untuk membantu memberikan solusi bagaimana cara penanganan gangguan sekelompok monyet perusak tanaman ini,” harapnya.

Suheru menambahkan bahwa kelompok tani hortikultura itu mengusulkan adanya bantuan dari dinas terkait berupa pengadaan green house.

“Usulan petani hortikultura ini dibantu pengadaan green house yang menggunakan paranet hitam bukan berbahan plastik,” tandasnya.

(ifin/beritasampit.co.id)