Sebelum Menikah, Calon Pengantin Harus Dibekali Pemahaman Cegah Stunting

ILHAM/BERITA SAMPIT - Penyuluh KB Mentawa Baru Ketapang Isna Latifah, saat memberikan pemahaman kepada para peserta tim pendamping keluarga, di aula Kantor Satpol PP Kotim, Kamis 2 Desember 2021.

SAMPIT – Pasangan calon pengantin wajib mengetahui dan mempelajari akan pentingnya menjaga pola hidup sehat. Pasalnya setelah menikah orang pasti ingin mempunyai keturunan, dan jika ibu hamil tidak memperhatikan asupan gizi makanannya, maka akan memberikan pengaruh terhadap janin dan hal ini yang menjadi faktor utama penyebab stunting pada anak.

“Kenapa sasaran calon pengantin, karena orang mau nikah itu pasti mau punya keturunan, disitulah permasalahan awalnya. Karena calon pengantin ini tidak paham untuk hamil itu seperti apa, pengetahuan tentang stunting itu yang ingin kita sampaikan kepada mereka supaya siap ketika hamil, harus tahu memenuhi gizinya, kesehatannya, pola makannya dan lain-lain yang harus diketahui calon pengantin,” jelas Penyuluh KB Mentawa Baru Ketapang Isna Latifah, Kamis 2 Desember 2021.

BACA JUGA:   Tutup 2021, Imigrasi Sampit Perkenalkan Aplikasi M-Paspor

Isna mengungkapkan, baru-baru ini Pemerintah melalui Kementerian BKKBN telah menerbitkan Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) yang berfungsi sebagai alat skrining kondisi calon pengantin.

Aplikasi ini berfungsi menghubungkan calon pengantin dengan petugas pendamping, media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil dan alat pantau kepatuhan calon pengantin dalam melakukan treatment peningkatan status gizi.

“Karena ini baru sosialisasi dan mungkin ini kedepannya menjadi salah satu syarat administrasi bagi calon-calon pengantin. Saat ini karena aplikasinya baru, jadi jika menjadi syarat wajib mungkin belum, cuman kalau bisa semua calon pengantin mendownload aplikasi itu, jadi tahu karena disitu ada juga pengetahuan-pengetahuannya yang bisa dipahami calon pengantin,” katanya.

Bukan hanya calon pengantin, bagi yang sudah menikah juga bisa mendownload aplikasi tersebut, karena disitu ibu hamil bisa menambah pengetahuannya akan pentingnya melakukan peningkatan gizi dimasa kehamilan.

BACA JUGA:   Jumlah Pembangunan Tahun 2022 Berkurang, Ini Alasan Kepala Desa

“Apa lagi jika ibu hamil itu salah satu anaknya kearah stunting, Aplikasi itu sangat membantu menjadi fokusnya memantau jangan sampai anak berikutnya karena ketidaktahuan bisa menjadi stunting juga,” paparnya.

Isna berharap dengan adanya tim pendamping keluarga seperti di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang terdiri dari Bidan, Kader Keluarga Berencana dan Kader PKK, bisa membantu program Pemerintah menekan stunting di Kota Sampit yang merupakan pusat ibukota Kabupaten Kotim.

“Karena stunting ini sudah menjadi isu nasional, sehingga apa yang diharapkan pemerintah untuk percepatan penurunan itu cepat terlaksana dengan baik, dan mencegah stunting menjadi tugas kita bersama,” tandasnya. (Cha/beritasampit.co.id).