Antisipasi Lonjakan Covid-19, Mukhtarudin Imbau Masyarakat Tidak Euforia Hadapi Nataru

Anggota DPR RI dari fraksi Golkar Mukhtarudin. (dok: pribadi).

JAKARTA– Sebanyak 11 juta orang di Jawa-Bali diprediksi akan bepergian setelah PPKM Level 3 dibatalkan atau selama libur Natal dan Tahun Baru/Nataru.

Anggota DPR RI dari fraksi Golkar Mukhtarudin meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dan semua pihak-pihak terkait untuk dapat mengantisipasi mobilitas masyarakat yang diprediksi berpotensi meningkat selama masa libur Nataru tersebut.

“Tentu dengan meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan yang ketat. Mengingat ini penting untuk mencegah lonjakan kasus baru Covid-19 maupun variannya,” tutur Mukhtarudin, Selasa, (14/12/2021).

BACA JUGA:   Pemerintah Diminta Antisipasi Kemacetan Lalu Lintas Mudik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga diminta untuk segera menyusun dan menetapkan kebijakan untuk mengatur pengendalian moda transportasi dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk pengamat transportasi, sosiolog dan pihak terkait lainnya.

“Karena upaya pengendalian transportasi ini diperlukan untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan masyarakat,” beber Mukhtarudin.

Kendati demikian, Mukhtarudin bilang komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan pengawasan penerapan prokes, terutama pada aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti rangkaian ibadah dan perayaan tahun baru

BACA JUGA:   Jokowi Harap Para CEO dari AS Bangun Kerja Sama Konkret di G20

Politisi Dapil Kalimantan Tengah ini berharap upaya ini dapat mencegah risiko kenaikan kasus baru Covid-19.

Untuk itu, Mukhtarudin menghimbau masyarakat agar tidak euforia dan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) saat merayakan libur akhir tahun.

“Saya imbuh masyarakat untuk berpartisipasi dalam mendukung upaya pencegahan Covid-19 dengan meminimalkan pergerakan selama libur Natal dan Tahun Baru, serta mematuhi seluruh kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah sepanjang periode Nataru untuk mencegah lonjakan kasus,” pungkas Mukhtarudin.

(dis/beritasampit.co.id)