Melalui Peremajaan Sawit Rakyat, Sutiyana Ketua KUD Tani Subur Kembangkan Tanaman Porang

MAN/BERITA SAMPIT - Sutiyana Ketua KUD Tani Subur, saat memperlihatkan tanaman Porang yang mulai tumbuh subur di lahan 6 hektar.

PANGKALAN BUN – Berangkat dari kemauan keras dan ulet serta semangat, akhirnya Sutiyana Ketua KUD Tani Subur Desa Pangkalan Tiga Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kini telah berhasil mengembangkan budi daya tanaman Porang.

“Tanaman Porang ini baru berhasil tumbuh subur, nanti sekitar 7 bulanan baru bisa dipanen,” kata Sutiyana saat awak media beritasampit.co.id berkunjung ke perkebunan tanaman Porang seluas 6 hektare, Rabu 22 Desember 2021.

Sutiyana awal semakin tertarik ingin membudidayakan tanaman Porang, ketika Kunjungan Belajar seluruh Kepala Desa dan Camat, bersama Bupati Hj. Nurhidayah ke Jawa Tengah.

“Tanaman Porang ini, ternyata sangat menjanjikan dalam segi bisnis, akhirnya saya membuka budi daya porang memanfaatkan potensi lahan peremajaan kelapa sawit masyarakat, seperti sebelumnya ditanami Jagung dan sekarang ditanami bibit porang Alhamdullilah, ternyata bisa tumbuh subur karena bibit tanaman Porang bisa tumbuh beradaptasi pada jenis tanah apa saja,” jelas Sutiyana.

BACA JUGA:   Sapi Milik  Masyarakat di Kobar Terkena PMK, Dinas Peternakan Lakukan Lockdown dan Sosialisasi

Dia mengakui, membudidayakan tanaman porang tidak ada kekhawatirannya karena membeli bibit dan memasarkan hasil produksinya ada MoU pasarnya, serta memiliki pangsa pasar yang cukup luas.

“Untuk membantu penambahan ekonomi masyarakat petani, saat ini di Kabupaten Kobar sudah dibentuk asosiasi petani Porang. Karena kalau kita ada kemauan keras untuk membudidayakan tanaman porang dan berhasil panen dengan baik akan mendatangkan keuntungan yang luar biasa,” ungkap Sutiyana.

BACA JUGA:   Tingkatkan Pelayanan Perbankan Masyarakat, Bupati Dukung pembangunan Kantor Kas BPR MS Pangkalan Banteng

Bibit Porang setelah ditanam dan dipupuk serta dirawat sesuai petunjuknya, kemudian setelah tumbuh subur selama 6 atau 7 bulan umbi-umbi porang bisa dipanen.

“Umbi porang sangat potensial untuk bahan baku Lem, Cat dan Kosmetik, saat ini beberapa Negara di dunia sangat membutuhkan umbi porang. Mudah-mudahan saja kedepannya budi daya tanaman Porang ini bisa berkembang di kalangan para petani. Sehingga menambah ekonomi masyarakat semakin meningkat,” pungkas Sutiyana, yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kobar. (Man/beritasampit.co.id).