Sebagian Masyarakat Seruyan Sulit Dapat Layanan Kesehatan

Anggota DPRD Seruyan Atinita, (ANTARA/ Publikasi DPRD Seruyan)

KUALA PEMBUANG – Anggota DPRD Kabupaten Seruyan, Atinita mengungkapkan, bahwa masyarakat di desa-desa pelosok daerah setempat, terutama di wilayah Kecamatan Seruyan Tengah, Seruyan Hulu, Batu Ampar dan Suling Tambun, masih kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Hal tersebut, menurut dia, tidak terlepas dari masalah ketersediaan tenaga kesehatan di wilayah pelosok, khususnya yang ada di hulu Seruyan. Masalah itu sudah lama dikeluhkan namun belum bisa terselesaikan hingga saat ini. Bahkan bukan sekedar kekurangan tenaga kesehatan, kawasan hulu juga membutuhkan fasilitas kesehatan.

“Memang harus diakui untuk di pelosok daerah pemilihan (dapil)  III itu masyarakatnya masih sangat kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan, karena memang tenaga kesehatannya sangat terbatas, sehingga dengan hal tersebut akan berdampak pada pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Atinita, dikutip dari Antara, Rabu 12 Januari 2022.

BACA JUGA:   Dewan Minta Pemkab Perhatikan Pelayanan di Bidang Kesehatan dan Pendidikan

Kondisi ini, lanjutnya, membuat masyarakat kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Masyarakat harus menempuh jarak yang cukup jauh jika ingin berobat karena tidak tersedianya tenaga kesehatan di desa mereka.

“Banyak dari mereka yang kesulitan, makanya ini harus segera dicarikan solusinya. Minimal kita maunya itu satu desa ada satu tenaga kesehatannya,” harap dia.

BACA JUGA:   Ketua Dewan Apresiasi Pemkab Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Politisi Partai Golongan Karya itu menambahkan, bahwa apabila ada perekrutan tenaga kesehatan untuk ditempatkan di desa pelosok agar kiranya instansi terkait bisa lebih maksimal untuk proses seleksinya. Harapannya agar pegawai yang ditugaskan nanti bisa benar-benar menjalankan tugas dan kewajibannya.

“Jangan sampai hanya untuk menutupi kekurangannya saja tapi yang perlu diperhatikan itu adalah kesungguhan mereka dalam bekerja, sehingga mereka bisa betah bekerja di wilayah yang telah ditentukan,” kata Atinita.

(Antara/BS65)