Jumlah Pembangunan Tahun 2022 Berkurang, Ini Alasan Kepala Desa

MUSYAWARAH : ARIFIN/BERITA SAMPIT – Sejumlah warga desa saat menghadiri musyawarah, salah satu materi yang dibahas mengenai adanya pengurangan dan peniadaan program pembangunan untuk tahun 2022.

SAMPIT – Minimnya dana desa tahun 2022 yang diterima Desa Makarti Jaya, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), memaksa pemerintah desa setempat untuk mengurangi berbagai aspek pembangunan.

“Dana desa yang digunakan untuk pembangunan tahun 2022 tidak sampai 32 persen. Jadi, kami terpaksa mengurangi jumlah pembangunan yang sudah dirancang dan disepakati sebelumnya,” ujar Kepala Desa Makarti Jaya Suhadi kepada wartawan media siber beritasampit.co.id,  Jumat 14 Januari 2022.

Dia menjelaskan, sesuai Perpres Nomor 104 tahun 2021 tentang rincian APBN TAHUN 2022 dan PMK Nomor 190/PMK.07/2022 tentang pengelolaan dana desa menegaskan bahwa dana desa disalurkan untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa tahun 2022 minimal 40 persen, 20 persen untuk ketahanan pangan dan 8 persen untuk PPKM.

BACA JUGA:   Lama Tak Tersentuh Pembangunan, Jalan Iskandar Sampit Tahun Ini Akan Diperbaiki

“Sisanya hanya 32 persen untuk penanganan stunting, posyandu dan pembangunan desa atau sekitar Rp 200 juta lebih dana desa yang tersisa. Karena minimnya anggaran itulah, ada beberapa kegiatan nantinya ditiadakan dan ada juga dikurangi,” tegas Suhadi.

Adapun jenis kegiatan yang sudah dirancang dan disepakati mulai dari Pra Musyawarah Desa (Musdes), Musdes bahkan sampai Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk pembangunan tahun 2022 diantaranya, box culvert, pembangunan pagar TK, jalan usaha tani, jembatan dan peningkatan jalan desa menuju kecamatan pulau hanaut.

BACA JUGA:   Legislatif Rekomendasikan Pemberhentian, Berikut Tanggapan Diana Setiawan

“Yang jelas, seluruh Ketua RT/RW maupun warga desa kami sudah mengetahui bahwa dana desa tahun 2022 banyak dipangkas sesuai aturan baru, sehingga diharapkan tidak ada keluhan apabila selama tahun ini pembangunan desa sangat minim,” kata Suhadi.

Meskipun demikian, tambahnya, pemerintah desa tidak tinggal diam namun tetap berupaya semaksimal mungkin memaksimalkan pembangunan dengan mengandalkan pihak ketiga agar membantu pembangunan di Desa Makarti Jaya.

(ifin/beritasampit.co.id)